radarlamongan.co – jawaposradarlamongan - Laut utara Lamongan kembali menunjukkan kegarangannya.
Minggu (18/1) pagi, empat nelayan asal Desa Weru, Kecamatan Paciran, nyaris kehilangan nyawa setelah kapal yang mereka tumpangi, Kapal Motor Nelayan Cipta Karya, terbalik dan tenggelam, karena dihantam ombak besar.
Beruntung, nyawa mereka terselamatkan setelah dua jam terombang-ambing di tengah laut dengan modal jeriken kosong.
Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M Hamzaid, menjelaskan, KM Cipta Karya itu dinakhodai Fathul Munir, 36.
Tiga anak buah kapal (ABK) ikut mengadu nasib, mencari ikan di perairan Paciran. Mereka berangkat melaut sekitar pukul 04.00.
Awalnya, perjalanan berjalan normal. Sekitar pukul 08.00, ABK menebarkan jaring di perairan Paciran.
Beberapa saat setelah jaring dilepas, cuaca mendadak memburuk. Ombak besar datang menghantam kapal motor tersebut. Kapal menjadi tak terkendali hingga akhirnya terbalik dan tenggelam.
Dalam kondisi mencekam, Munir dan tiga rekannya mencoba tidak panik.
Mereka melihat jeriken - jeriken di permukaan laut. Alat bantu apung itu digunakan untuk bertahan hidup di laut.
Selama dua jam, mereka berjuang melawan dingin dan empasan ombak, sembari berharap ada kapal lain yang melintas.
Harapan itu muncul sekitar pukul 10.00. Kapal tugboat (TB) Tall Star yang sedang melaju menuju PT Dok terlihat dalam pandangan mereka.
Tangan pun digerak – gerakkan sebagai tanda meminta pertolongan. Lambaian tangan para korban dari kejauhan itu, akhirnya terlihat kru kapal. Mereka dengan sigap melakukan evakuasi dan menaikkan keempatnya ke atas geladak.
‘’ Sebanyak empat korban, bertahan mengapung di tengah laut selama kurang lebih dua jam,’’ kata Hamzaid.
Empat korban yang selamat itu kembali ke darat sore hari. ‘’ Seluruh korban, dalam kondisi selamat dan sehat serta dipastikan tidak ada korban jiwa atas kejadian tersebut,’’ imbuh Hamzaid.
Tragedi ini menjadi peringatan keras bagi para pelaut di pesisir utara. Hamzaid mengimbau agar nelayan lebih waspada terhadap cuaca ekstrem, terutama saat musim angin barat seperti sekarang. (mal/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma