LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO – Hingga triwulan ketiga tahun ini, produksi perikanan tangkap di Kabupaten Lamongan belum mencapai target. Dinas Perikanan Lamongan mencatat mulai Januari hingga September lalu, produksi perikanan tangkap terealisasi 56.470 ton atau 71,65 persen dari target 78.814 ton.
Angka tersebut menurun dibanding periode yang sama tahun lalu. Pada Januari sampai September 2024, realisasi produksi perikanan tangkap mencapai 60.356 ton.
Kabid Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Lamongan, Hendro Setyo Budi menjelaskan, bahwa faktor utama penurunan produksi kali ini adalah kondisi iklim. ‘’Iklim tahun ini agak lumayan ekstrem, jadi hasil tangkapan tidak bisa maksimal,” ujarnya.
Meski begitu, Hendro tetap optimistis produksi akan meningkat menjelang akhir tahun. ‘’Insya Allah mulai bulan-bulan ini hasil tangkapan meningkat. Kami berharap bisa mencapai seratus persen dari target yang ditetapkan,’’ imbuhnya.
Dia menambahkan, saat ini baru memasuki musim cumi, yang mulai berjalan sejak pertengahan bulan lalu. Namun, untuk ikan tongkol, hasil tangkapannya belum maksimal. ‘’ Saat ini mulai cumi,’’ imbuhnya.
Aktivitas penertiban yang dilakukan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di sejumlah wilayah tangkapan. Hal itu membuat sebagian nelayan sempat menyesuaikan kembali perizinan dan area melaut mereka. Hendro menjelaskan, bahwa dari kondisi tersebut, nelayan mulai mengurus semua.
“Rata-rata nelayan Lamongan melaut di luar area. Semoga kondisi cuaca dan kebijakan bisa segera normal, sehingga produksi bisa kembali meningkat,” harapnya. (sip/ind)
Editor : Anjar D. Pradipta