Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Tak Kunjung Berangkat Umrah, Warga Pantura Ini Laporkan Perusahaan Travel

M. Gamal Ayatollah • Jumat, 25 Juli 2025 | 22:34 WIB
DATANGI MAPOLRES: Warga yang mengadukan PT Tawwaabiin, travel umrah haji plus ke Mapolres Lamongan. (ANJAR DWI PRADIPTA/RDR.LMG)
DATANGI MAPOLRES: Warga yang mengadukan PT Tawwaabiin, travel umrah haji plus ke Mapolres Lamongan. (ANJAR DWI PRADIPTA/RDR.LMG)

radarlamongan.co - jawaposradarlamongan – PT Tawwaabiin, travel umrah - haji plus dilaporkan ke Mapolres Lamongan Kamis (24/7).

Pelapornya, mereka yang mengaku tidak jadi diberangkatkan travel umrah berkantor di Desa Sedayulawas, Kecamatan Brondong tersebut.

Emiyatun, 59, asal Desa Lembor, Kecamatan Brondong, mengatakan, perusahaan tersebut diduga melakukan penipuan kepada jamaah yang sudah mendaftar.

Dia mengaku mendaftarkan diri untuk berangkat umrah bersama suaminya pada Mei 2024.   

‘’Saya melakukan pelunasan pada bulan Agustus 2024, kurang lebih Rp 49 juta,’’ katanya.

Emiyatun dijanjikan berangkat Januari lalu.

Namun, hingga kemarin belum berangkat ke tanah suci.

Versi dia, alasan perusahaan ada masalah di Makkah dan Madinah, sehingga tidak dapat hotel.

‘’Masih banyak untuk korban pemberangkatan umrah yang saat ini tertipu oleh PT tersebut,’’ klaimnya.

Yoko, 35, asal Desa Dalegan, Kecamatan Panceng, Gresik, mengaku dirinya bersama istri dan keluarga besarnya menjadi korban.

Dia mendapatkan iming – iming pemberangkatan umroh tiga orang Rp 55 juta.

Ada juga penawaran Rp 10 juta hingga Rp 20 juta untuk pemberangkatan umrah. Yoko lalu mengajak keluarganya.

‘’Kalau saya, total sebanyak 15 orang bersama keluarga saya dan istri,’’ akunya.

Dia bersama keluarga mendaftar November 2024. DP yang dibayarkan Rp 75 juta untuk total pemberangakatan keluarganya dari nilai total Rp 225 juta.

‘’Pada bulan Maret 2025 lalu, ada warga melakukan penuntutan di kantor tersebut, pemberangkatan hingga dijanjikan Juli ini,’’ imbuhnya.

Versi Yoko, beberapa bulan lalu kantor tersebut sudah tutup. Nomor HP yang tertera sudah tidak aktif saat dihubungi.

Sementara itu, Kanit VI Pidek Polres Lamongan, Ipda Lizma Ramadhama, menjelaskan, pihaknya masih menerima laporan dan memintai keterangan pelapor lebih dulu.

‘’Masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut untuk melakukan pendalaman kasus tersebut,’’ katanya.

Menurut dia, empat orang sempat diminta masuk. Namun, satu orang yang menjadi perwakilan untuk pelaporan.

‘’Modus belum diketahui karena masih melakukan pemeriksaan pelapor lebih dahulu,’’ ujarnya.

Berita ini masih membutuhkan konfirmasi dari pihak PT Tawwaabiin. (mal/yan)

Editor : Arya Nata Kesuma
#penipuan #jamaah umrah #lamongan #polres lamongan #perusahaan travel