LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO – Produksi perikanan tangkap laut pada semester pertama belum menggembirakan. Realisasinya hanya sekitar 29.640,4 ton atau sebesar 37,61 persen dari target 78.814,4 ton per tahun.
Kabid Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Lamongan, Hendro Setyo Budi mengatakan, belum tercapainya 50 persen produksi karena kondisi iklim. “Karena iklimnya, melaut semakin jauh, tapi ikan tidak maksimal,” terang Hendro, sapaan akrabnya.
Hasil tangkapan didominasi ikan bahan surimi, seperti ikan golok, ikan mata besar, dan beberapa jenis ikan laut lainnya. Hendro mengaku seharusnya sudah memasuki kemarau tapi keadaan musim kemarau itu kadang masih turun hujan. Padahal saat kemarau, di Pantai Jawa banyak yang migrasi.
“Kalau posisi gini, ikan migrasi berkurang,” ujarnya.
Pihaknya berharap iklim semakin membaik, yang berimbas aktivitas melaut normal kembali. Sehingga produksi perikanan tangkap bisa sesuai target.
“Kalau iklim begini terus, dikhawatirkan ada penurunan dari target,” imbuhnya.
KA UPT TPI Wilayah Paciran-Brondong, Rustam mengatakan, untuk produksi ikan tangkap bulan ini relatif sama bulan-bulan sebelumnya. Jumlah kapal bongkar muat hanya kisaran 10 kapal per hari, dengan produksi sekitar 100 ton lebih.
“Jarak tempuh melaut jauh, untuk hasilnya tidak maksimal,” tandasnya.
Senada, dia mengakui jika faktor cuaca yang tidak bisa diprediksi. Menurut dia, seharusnya siklus sudah memasuki musim ikan. Namun hingga saat ini justru terjadi kemarau basah.
Di sisi lain, pihaknya mengimbau kepada nelayan untuk melengkapi dokumen kapal. Sebab, saat ini gencar operasi terkait kelengkapan dokumen dan perizinan kapal. (sip/ind)
Editor : Anjar D. Pradipta