LAMONGAN, Radarlamongan.co – Di atas dampar (meja kayu) berwarna hijau, santri Pondok Pesantren (Ponpes) Sunan Drajat membawa kitab kuning dan pena.
Mereka tampak antusias memaknai pegon sesuai arahan dari Pengasuh Ponpes KH Abdul Ghofur, Rabu (26/3).
Selama Ramadan, santri jenjang SMA akhir dan mahasiswa mengaji hingga sampai pukul 2 dini hari.
Ponpes di Kecamatan Paciran ini konsisten mengajarkan pada para santrinya untuk mengaji kitab kuning salaf.
Kepala Pondok Putra Ponpes Sunan Drajat, Nur Halim mengatakan, kegiatan saat Ramadan berbeda dari hari biasa.
Saat sore hari terdapat pengajian Minhajul Mutaalim dan Tanqihul Qoul juz satu yang sudah khatam.
Saat ini lanjut Tanqihul Qoul juz dua. Sedangkan, pengajian malam dari mulai pukul 21.00 WIB hingga pukul 02.00 dini hari.
Kitab kuning Mizanul Amal yang sudah khatam. Serta saat ini dilanjut kitab Nashoihul Ibad yang bakal dikhatamkan hari ini (27/3).
Untuk kitab kuning salaf pengajian Ramadan ini lebih banyak tentang hadis dan akhlak. ‘’Jadi selama Ramadan, santri bisa khatam lebih dari empat kitab kuning,’’ terangnya.
Halim menuturkan, saat Ramadan ini waktunya memperbanyak ilmu kitab untuk bekal ketika terjun di masyarakat, yakni saat berada di rumah masing-masing.
Sehingga, lanjut dia, Ramadan ini bahasanya kulakan makno sebanyak-banyaknya sambil malam Lailatul Qadar.
‘’Mungkin mereka (santri) nantinya akan ngajar di rumah atau dimanapun, sudah punya kitab yang lengkap, lengkap ngaji mulai bab awal sampai bab akhir,’’ ujarnya. (sip/ind)
Editor : Anjar D. Pradipta