LAMONGAN, Radar Lamongan – Dinas Perhubungan (dishub) Jawa Timur (Jatim) diminta Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa untuk menggarap trayek Bus Trans Jatim jalur utara wilayah Lamongan – Gresik. Yakni, koridor dari Bunder (Gresik) ke Kecamatan Paciran.
Seperti dilansir Radar Gresik, hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan Jatim Nyono. Rute Bunder – Paciran itu akan tersambung ke arah Pulau Bawean; Pulau Pulang Pisau, Kalimantan Tengah; dan Pelabuhan Garongkong, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan.
Dishub Jatim berencana mewujudkan minimal tujuh koridor dan maksimal 10 koridor Bus Trans Jatim. Pemprov Jatim akan mengalokasikan anggaran Rp 200 miliar untuk tujuh koridor tersebut.
Nyono memastikan koridor itu bukan menambah trayek baru. Hanya scraping, yakni ada dua trayek bus yang lama ditukar dengan Bus Trans Jatim. ‘’Hanya saja yang kami perbaiki adalah layanannya. Seperti tepat waktu, aman, nyaman dan terjangkau,” katanya.
Trayek Bunder – Paciran itu ditargetkan selesai tahun depan. “Harapan kita selanjutnya adalah koridor Surabaya – Bangkalan. Semua lintasan koridor yang baru, sudah kami studi secara ilmiah,” imbuh Nyono.
Nyono mengaku berusaha mengurangi subsidi dengan meluncurkan luxury Bus Trans Jatim. ‘’Ini untuk menjaring kelas menengah ke atas. Jadi penumpang tidak lagi berdiri, bisa duduk, tidur dan santai. Namun tarifnya berbeda, kalau yang sekarang Rp 5.000, kemungkinan bisa Rp 10.000,” jelas Nyono.
Transportasi publik yang murah ini, lanjut Nyono, maka diharapkan kemacetan dan angka kecelakaan bisa dikurangi. Manfaat lainnya, masyarakat yang dilewati jalur tersebut dan sekitarnya tidak perlu lagi membeli bahan bakar Minyak (BBM) dengan adanya transportasi public itu. ‘’Tidak perlu kredit kendaraan, sehingga emisi bisa dikurangi,” tutur Nyono. (rka/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma