NGIMBANG, Radar Lamongan - Sejak 8 Mei, M Eko, 46, asal Desa/Kecamatan Ngimbang menyewa orang untuk mencari sumber air.
Titik pencarian sumber air diputuskan di belakang rumahnya.
Tukang gali sumur yang disewa, melakukan pengeboran sumur di titik tersebut.
Hingga beberapa hari, belum ditemukan air sesuai keinginan.
Senin (19/5), tiba - tiba air keluar dan tercium bau gas dari titik gali sumur.
Pekerja pun tidak berani melanjutkan pekerjaannya.
Warga yang mengetahui kejadian itu melaporkan ke pemerintah desa setempat.
Hingga akhirnya, polisi datang dan memasang garis polisi, pita kuning (20/5).
Area pengeboran air sumur dilokalisasi.
‘’Pengeboran air dengan kedalaman kurang lebih 73 meter hingga berbau gas tersebut,’’ kata Camat Ngimbang, Bambang Purnomo.
Dia mengaku sudah melaporkan kejadian itu ke Pemkab Lamongan.
Hingga Rabu (21/5) belum diketahui gas itu sumber asli atau lokasi sumur yang tercemar.
''Menunggu dari tim kabupaten dulu,'' imbuhnya.
Dikonfirmasi terpisah, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Lamongan, Edy Yunan Achmadi, mengatakan belum ada laporan yang masuk terkait pengeboran sumur air yang berbau gas.
''Coba saya cek ke lapangan,'' katanya kemarin petang.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda Hamzaid, mengatakan, police line dipasang untuk mengantisipasi hal - hal yang tak diinginkan. (mal/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma