radarlamongan.co – jawaposradarlamongan – Rn, bocah 12 tahun itu, tak ikut pulang ke Lamongan setelah kontrakan rumahnya yang ditinggali bersama ibunya habis.
Rn malah menonton pertandingan Persebaya Surabaya melawan Persik Kediri di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, Rabu (11/12).
Usai menonton pertandingan yang berakhir 4 – 1 untuk kemenangan Bajul Ijo itu, Rn ingin pulang ke Desa Prijekngablak, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan.
Namun, dia bertemu gerombolan anak jalanan yang seumuran dengannya.
Paling banyak, mereka berasal dari Surabaya.
Rn akhirnya terpaksa ikut ke Probolinggo dengan cara menggandol atau numpang mobil orang di jalan karena ada ancaman dari teman - temannya itu.
“Saya kalau tidak ikut diantemi, digebuki oleh mereka. Dipukul kepala,” katanya dengan nada sedih dan menangis.
“Sebelumnya saya tinggal di Surabaya sama ibu, ngontrak.
Tapi ibu sudah pulang duluan ke Lamongan.
Sebab kontrakannya sudah habis.
Jadi rencananya saya mau pulang ke Lamongan, tapi diajak teman - teman ini, akhirnya tidak jadi,” imbuhnya.
Rn terpaksa harus menuruti kemauan gerombolan tersebut.
‘’Di perjalanan, saya disuruh - suruh terus.
Disuruh bawain tas mereka.
Sampai luka tangan saya, karena berat,” keluhnya.
Kamis (12/12), Rn tampak kebingungan saat berada di exit Tol Gending.
Rn dihadapan dua pilihan.
Melanjutkan perjalanan menuju Situbondo atau memutuskan menolak kemauan gerombolan yang bersamanya.
“Yang lain itu mau ke Situbondo.
Saya mau pulang.
Tapi mau gandol ke Lamongan takut sendirian.
Mau cegat mobil, saya tidak tahu.
Kalau Om bawa mobil, ayo antarkan saya ke Lamongan,” pintanya.
Perjalanan tak menyenangkan Rn dari Surabaya itu akhirnya terdengar Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo Rachmad Hidayanto menurunkan petugas dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Gending untuk menelusuri.
“Setelah kami cek ke lokasi dan kami identifikasi, benar anak tersebut asal Lamongan.
Mau pulang tapi takut dengan teman - temannya,” tuturnya.
Agar Rn bisa pulang ke Lamongan dan bertemu ibunya, menurut Rahmad, pihaknya berkordinasi dengan Dinsos Lamongan.
“Masih berkoordinasi dengan Dinsos Lamongan atau nanti pihak kepolisian untuk proses pemulangannya,” ujarnya seperti dilansir Radar Bromo. (*)
Editor : Arya Nata Kesuma