LAMONGAN, Radar Lamongan — Cs, 36, warga Kecamatan Karanggeneng, mendatangi Mapolres Lamongan Kamis (2/5).
Dia melaporkan dugaan putrinya, Ar, 13, meninggal karena didorong teman sekolahnya di salah satu SD di kecamatan setempat.
Pupuh Lingga Mardi, yang mendampingi Cs, mengklaim Ar didorong salah seorang temannya saat upacara bendera.
"Kejadian pada bulan Februari lalu, tepatnya pada tanggal 19, korban jatuh," klaimnya.
Versi Mardi, Ar lalu dibawa ke puskesmas.
Keesokan harinya dibawa ke Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan hingga dirujuk ke RSUD dr Soetomo Surabaya.
"Korban mengalami luka di bagian pancreas, terkena benturan," klaimnya lagi.
Menurut Mardi, Ar meninggal pada 11 Maret di rumah sakit.
Versi dia, pihak keluarga Ar menunggu etika baik dari pihak sekolah dan pihak keluarga teman Ar yang mendorong tersebut.
Karena merasa belum ada etika baik, kejadian itu dilaporkan ke Mapolres Lamongan.
Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda Andi, menjelaskan, laporan itu dipelajari lebih dulu. (mal/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma