LAMONGAN, Radar Lamongan - Harga jagung pipilan kering terus menurun selama panen raya. Minggu lalu harga jagung masih Rp 6.300 per kilogram (kg).
Pantauan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Lamongan harganya turun menjadi Rp 5.500 per kg, kemarin (27/3).
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Lamongan, Moch. Wahyudi menjelaskan, memasuki panen membuat stok di tingkat petani surplus, yang membuat harga cenderung turun.
Meski begitu, harga jagung masih relatif tinggi dibandingkan biasanya yakni Rp 4 ribu per kg.
Jumlah luasan tanam jagung di Lamongan tidak bisa bertambah, sehingga dengan harga yang tinggi diharapkan bisa meningkatkan minat petani untuk tanam,” tutur Wahyudi kepada Jawa Pos Radar Lamongan.
Dia menjelaskan, luas tanam periode Oktober 2023 hingga Februari 2024 sebanyak 24.900 hektare (ha).
Saat ini luas panen sudah mencapai 8.149 ha, dengan produktivitas mencapai 9,17 ton per ha.
Menurut dia, petani belum bisa menambah luas tanam karena keterbatasan lahan.
Sehingga mereka memilih meningkatkan produktivitasnya. Petani berupaya meningkatkan produktivitas dengan pertanian modern, meski lahannya terbatas tapi produksinya tinggi,” terangnya.
Wahyudi mengaku untuk wilayah tanam jagung sebenarnya menyebar di beberapa kecamatan.
Seperti Kecamatan Sukorame, Sambeng, Bluluk, Mantup, Kembangbahu, Sugio, Kedungpring, Modo, Babat, Tikung, Solokuro, Brondong, dan Paciran.
Namun, paling banyak di wilayah Solokuro, yang menjadi sentra pertanian jagung.
Dia mengatakan, jagung ini banyak ditanam di lereng hutan.
Sehingga hanya wilayah tertentu yang produksinya bisa diandalkan, karena luas tanamnya yang tinggi. Sebab setiap wilayah memiliki komoditi unggulannya masing-masing.
Terkait dengan penjualan, Wahyudi menuturkan biasanya petani sudah didatangi tengkulak.
Hasil pertaniannya akan langsung disetor ke pabrik untuk pakan ternak. Untuk itu, berapapun produksinya dipastikan laku semua.
Jadi petani hanya menjaga kualitas produksinya, karena mereka sudah punya pangsa pasarnya sendiri, dan masalah harga biasanya kalau panen memang turun, tapi semoga tidak banyak,” ucapnya. (rka/ind)
Editor : Anjar D. Pradipta