Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Lamongan Belum Miliki Lintasan Lari Sesuai Standar, Atlet Berlatih di Luar Daerah dengan Uang Pribadi

Rika Ratmawati • Selasa, 19 Mei 2026 | 08:27 WIB
Di Kabupaten Lamongan belum ada lintasan lari sesuai standar, yang membuat atlet harus berlatih ke luar daerah. (ISTIMEWA/RADAR LAMONGAN)
Di Kabupaten Lamongan belum ada lintasan lari sesuai standar, yang membuat atlet harus berlatih ke luar daerah. (ISTIMEWA/RADAR LAMONGAN)

LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO -Minimnya lapangan latih sejumlah cabang olahraga (cabor) di Lamongan, membuat sejumlah atlet harus merogoh kocek lebih dalam karena menumpang latihan di lapangan luar kota.

Salah satu cabang olahraga yang terdampak ialah atletik, karena minimnya lintasan lari yang dapat menunjang kualitas atlet lokal.

Pelatih Atletik Lamongan Mustofa mengatakan, untuk lapangan latih yang bisa menunjang atlet memang tidak ada.

Jadi kalau atlet mau mengikuti kejuaraan, mereka harus pergi ke Gresik maupun Surabaya untuk berlatih.

Karena lintasan di Lamongan hanya tersisa di Mantup, yang secara fasilitas belum memenuhi standar atlet.

Dalam Kejurda yang dilaksanakan bulan lalu, beruntung atlet yang dikirim masih bisa menorehkan prestasi meski belum bisa naik ke podium satu.

Hasilnya peringkat 2 lari 1500 m putra senior kategori Jawa Timur. Peringkat dua lari 3000 m stc putra senior  Jatim, peringkat 4 lari 2000 steeplechase putra U-18 kategori Jatim.

Menurut dia, hasil catatan waktu sudah menunjukkan peningkatan, terutama di beberapa nomor steeplechase.

Namun perlu banyak evaluasi terkait kondisi atlet yang cedera. "Ada satu atlet yang cedera dan masih dalam pendampingan fisioterapi di Surabaya," terangnya. 

Mustofa menuturkan, efek tidak punya lintasan sendiri di Lamongan cukup berpengaruh.

Karena atlet butuh waktu 1-2 jam menuju tempat latihan di GJOS Gresik atau lapangan Unesa.

Sehingga kondisi fisik atlet sudah lelah, apalagi kalau menjelang kejuaraan intensitas latihan harus ditambah.

Sementara lintasan di Mantup hanya 40-50 m. Kalau untuk sekedar latihan biasa masih memungkinkan, tapi masih jauh dari standar.

Sementara atlet cabor ini sebenarnya cukup banyak peminatnya dan even-even juga banyak.

Akhir bulan ini ada piala Walikota Surabaya khusus pelajar. Rencana tetap akan mengirimkan beberapa atlet untuk menambah pengalaman.

Karena latihan saja tanpa mengikuti kejuaraan, akan mempengaruhi mental atlet.

"Semakin sering mengikuti even akan lebih baik untuk mereka dalam menambah kesiapan," tuturnya. (rka/ind)

Editor : Indra Gunawan
#atletik