radarlamongan.jawapos.com, Lamongan - Dhoni Wahyu Krisbiantoro dan Sephia Febriyanti, dua atlet petanque asal Lamongan, berhasil menyumbangkan medali emas pada PON XXI Aceh - Sumut beberapa waktu lalu.
Bagi Sephia, PON 2024 menjadi event pertamanya di pekan olahraga level nasional.
Meskipun, dia aktif di olahraga petanque sejak duduk di bangku kelas IX SMP.
Kali pertama ikut serta dan menyumbangkan medali emas bagi Jawa Timur merupakan kebanggaan tersendiri baginya.
Sephia meraih medali itu saat berpasangan di nomor double women.
Sebelum bisa berlaga di PON, Sephia harus menjalani kualifikasi.
Dia juga mengikuti sejumlah kejuaraan untuk ‘’pemanasan’’ sebelum berlaga di PON.
Sephia mempersembahkan khusus medali emas itu untuk kedua orang tuanya.
Dia bercita-cita bisa membahagiakan orang tuanya melalui prestasi di cabor tersebut.
“Saya harus menjaga kondisi tubuh dengan minum vitamin dan menjaga pola makan, karena olahraga petanque ini butuh endurance saat bertanding,” ujarnya.
Setelah berhasil meraih medali emas di PON, Sephia ingin meraih prestasi lainnya.
Harapan terdekatnya, bisa dipanggil mengikuti puslatda.
Selain itu, mahasiswi 22 tahun ini juga bakal mempersiapkan wisuda.
Dhoni Wahyu Krisbiantoro juga merasa bangga dapat menyumbangkan medali emas bagi kontingen Jatim dari nomor triple men.
Berbeda dengan Sephia, Dhoni sudah memiliki jam terbang tinggi.
Dia pernah mengikuti kejuaraan internasional di Johor, Malaysia (2022), kejurnas Banten, dan kejuaraan internasional di Unesa.
Tahun ini, Dhoni juga mengikuti training center di Thailand selama 28 hari.
Pengalaman selama di Thailand Juli lalu menjadi modal berharga bagi Dhoni.
Hampir setiap minggu ada even yang harus diikutinya.
“Saya memang aktif untuk mencari informasi untuk menambah skill atlet, jadi selama ada kesempatan selalu dimanfaatkan,” terangnya.
Namun, jalan Dhoni mengikuti PON tak mulus.
Dia sempat mendapat teguran dan dipulangkan satu minggu oleh pelatihnya.
Dhoni lalu berusaha introspeksi kesalahan dan lebih fokus untuk bisa meraih hasil terbaik.
Dia berharap ke depan bisa terus mengukir prestasi dan membuat harum nama Lamongan.
Dia juga berharap ada fasilitas latihan yang memadai di Lamongan agar regenerasi petanque semakin unggul nantinya. (rka/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma