Tiga atlet tersebut yakni Rizal Maulana, M. Aldi Wijaya dan Hazel Ganendra Fulvian. Lebih membanggakan, satu dari tiga atlet tersebut baru berusia 17 tahun yakni Hazel Ganendra Fulvian.
Dengan motivasi berlipat, Hazel dkk sudah mempersiapkan dengan maksimal, agar nantinya bisa menyabet medali emas.
‘’Hazel ini atlet paling muda di bola tangan Jatim, masih kelas sebelas SMA, yang lain rata-rata umur 23 tahun atau 24 tahun,’’ terang Sugeng Tri Atmojo kepada Jawa Pos Radar Lamongan.
Baca Juga: Pencemaran Limbah Belum Teratasi, Ini Upaya Perumda Air Minum Lamongan
Sugeng memilih Hazel karena memiliki kondisi fisik yang bisa diandalkan dalam berbagai posisi. Diketahui Sugeng ini merupakan orang asli Lamongan sebagai pelatih bola tangan Jawa Timur.
Dia berkarir pelatih pertama di Lamongan Tahun 2016, kemudian sebagai asisten pelatih di Jatim Tahun 2017, selanjutnya menjadi kepala pelatih Tahun 2020 sampai saat ini.
‘’Jadi pelatih PON ini kedua kalinya,’’ kata laki-laki berusia 28 tahun ini.
Dalam PON sebelumnya, dia memegang tim bola tangan putri, dan kali ini memegang tim putra. Banyak persiapan yang dilakukan sebelum PON, karena dalam pra-PON sebelumnya masih peringkat lima. Sehingga, dia harus meyakinkan KONI Jatim kalau timnya bisa di PON ini.
‘’Saya harus memaksimalkan keadaan, terus kemampuan anak-anak yang bersama-sama berjuang, karena target kita medali emas di PON ini,’’ ujarnya.
Baca Juga: Usai Ditahan Imbang Deltras, Didik Janji Perbaiki Skuad Persela Jelang Lawatan ke Papua
Banyak suka duka dirasakannya sebagai pelatih bola tangan. Sugeng bisa memiliki jejaring yang luas hingga luar daerah, serta bahagia bisa melihat progres anak didiknya.
Di balik senyumnya tersebut, dia menyimpan hal yang kurang mengenakkan, yakni dukungan terhadap cabor ini masih kurang.
‘’ Kedepannya berharap bisa dimaksimalkan lagi, terkait dana dan sarana prasarana,’’ ujarnya.
Atlet bola tangan asal Lamongan, Hazel merasa senang bisa menjadi bagian tim Jatim yang bakal bertanding di PON. Sebelumnya, dia mengawali karir pada Tahun 2023 di Piala Bupati Lamongan.
Setelah itu ada Kejurprov juga mewakili Lamongan, dan pada ajang Proprov Sidoarjo juga ikut. Akhirnya, dia diajak seleksi tes fisik bola tangan Jatim.
‘’Setelah itu nama saya dipilih,’’ katanya. ‘’ Ini sangat luar biasa, suka banget karena ini adalah momen paling saya impikan,’’ imbuhnya.
Baca Juga: Pengendara Motor Asal Desa Sukolilo, Kecamatan Sukodadi Tewas Terserempet Truk di Jalan Nasional
Menurut dia, kunci agar bisa sampai pada titik ini yakni konsistensi dan percaya pada proses, terutama tidak malas mengikuti latihan.
Hazel sebelumnya merupakan atlet basket, yang sudah memiliki habit olahraga setiap hari. Hazel mengaku badannya terasa berbeda jika tidak berolahraga satu hari saja.
‘’Untuk latihan jogging disela-sela kesibukan latihan 3 kilometer (km). Kalau jogging rutin Sabtu atau Minggu itu lima km,’’ ucap Siswa SMAN 1 Lamongan ini. (sip/ind)
Editor : Anjar D. Pradipta