LAMONGAN, Radar Lamongan – Pelatih PSIL Lumajang, Slamet Sampurno, tak terlalu asing dengan Stadion Letjen H Soedirman Bojonegoro.
Sebab, semasa sebelum berkarir sebagai pelatih, dia pernah menjadi pilar Persibo Bojonegoro.
Bahkan, Slamet Sampurno menjadi salah satu pemain yang ikut mengantarkan tim Laskar Angling Dharma menjuarai divisi utama musim 2009 – 2010 sekaligus mendapatkan tim promosi ke Indonesia Super League (ISL) 2010 – 2011.
Saat itu, dia bermain bersama Aris Tuansyah sebagai stopper.
Sedangkan bek kanan ada M Hamzah dan bek kiri Novan Setya yang beberapa tahun kemudian memperkuat Persela Lamomgan.
Penjaga gawanganya, Hery Prasetya.
Lini tengah Persibo saat itu diisi Victor da Silva, Jajang Paliama, M Irfan dan Abel Ciellow Quioh.
Cak Met, panggilan sebagian orang kepada Slamet Sampurno, waktu itu mendapatkan sentuhan pelatih kawakan Sartono Anwar yang suka mengenakan topi saat memimpin latihan anak asuhnya.
Karena lama menghuni mes Persibo, dia tak bisa melupakan sebagian kenangan di Kota Ledre ini.
Ketika kembali ke Bojonegoro dan harus melawan Persibo, tim yang dibelanya, sebagian kenangan itu muncul lagi.
‘’Perasaan campur ada,’’ katanya seperti dilansir Radar Bojonegoro setelah menjalani laga pertama di Stadion Letjen H Soedirman Bojonegoro.
Senang karena masih bisa bertemu teman – teman lamanya di Bojonegoro.
Sedih karena tim yang ditanganinya saat ini, PSIL Lumajang, kalah dari Persibo di laga perdana grup II 16 besar Liga 3 Jatim.
‘’Selamat kepada Persibo,’’ ujarnya.
PSIL masih memainkan laga lagi Sabtu (20/1) ini di Stadion Letjen H Soedirman. (rka/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma