LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO - Sapi milik peternak Lamongan kembali dibeli oleh Presiden RI Prabowo Subianto.
Sapi milik H. Suwigyo asal Desa Puter, Kecamatan Tikung ini memiliki berat 1,2 ton.
Sapi berjenis simental ini dibeli presiden untuk kurban di Kabupaten Lamongan. Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lamongan Shofiah Nurhayati menjelaskan, presiden beli sapi lagi dari Lamongan untuk berkurban di Lamongan seperti tahun lalu.
Baca Juga: Amankan Empat Orang, Tetapkan Dua Warga Luar Lamongan Jadi Tersangka Peredaran Pil Dobel L
Untuk lokasi penyembelihan nanti akan ditentukan, yang jelas sapinya sudah dapat dari peternak asal Kembangbahu.
Shofi mengaku terus memantau untuk perkembangan transaksi jual beli jelang kurban.
Tujuannya untuk memastikan sapi yang keluar maupun masuk Lamongan dalam keadaan sehat.
“Kami terus berkoordinasi dengan kecamatan untuk memastikan keluar masuk ternak ini terpantau,” jelasnya.
Menurut dia, pihaknya tidak membatasi jual beli. Namun diharapkan peternak lebih sadar untuk memerhatikan kesehatan sapi maupun domba.
Baca Juga: Jual Motor Pinjaman, Terdakwa Asal Desa Moro Kecamatan Sekaran Terancam Empat Tahun Penjara
Sehingga pemeriksaaan rutin dan pemberian vaksin harus dilakukan untuk mencegah adanya kasus baru.
Menurutnya, saat ini untuk kasus PMK sudah tidak ada, dan angka kesembuhan sebelumnya sangat tinggi. Harapannya tidak ada kasus baru dan ternak Lamongan sehat semua.
Shofi menjelaskan, untuk kebutuhan hewan kurban di Lamongan sangat tinggi. Kalau mengacu tahun lalu, kebutuhan sapi 5.500 ekor dan domba maupun kambing 23 ribu ekor.
Kebutuhan ini dicukupi oleh peternak lokal. Meski untuk saat ini ada informasi kalau pakan ternak dedak sulit ditemukan.
Sebab selep atau penggilingan padi tidak ada yang beroperasi, akibat harga gabah naik sementara berasnya turun.
Baca Juga: Kontrak Berakhir, Muhammad Fardan Azmi Tunggu Keputusan Manajemen Persela
Namun untuk ternak pakannya tidak hanya mengandalkan dedak, untuk sapi bisa menggunakan pakan silase, kemudian ayam bisa menggunakan pakan dari pabrikan yang sudah dilengkapi dengan obat.
“Ada informasi di lapangan agak sulit, tapi bisa diantisipasi dengan pakan lain,” jelasnya. (rka/ind)
Editor : Indra Gunawan