LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO – Semangat menjaga kebersihan sungai di Indonesia terus digelorakan melalui aksi nyata.
Tiga aktivis lingkungan dari Sungai Watch, yakni Gary Bencheghib, Sam Bencheghib, dan Kelly Bencheghib, menyinggahi Lamongan dalam misi lari maraton bertajuk Run for Rivers.
Memasuki hari ke-24 perjalanan dari Bali menuju Jakarta, mereka disambut hangat oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi di Pendapa Lokatantra, Minggu malam (19/4).
Perjalanan ribuan kilometer ini bukan sekadar adu fisik. Senin pagi (20/4), usai beristirahat, trio bersaudara ini kembali mengikat tali sepatu.
Baca Juga: Di Balik Viral Penangkapan Ikan Sapu-Sapu, Terungkap Ancaman bagi Ekosistem Sungai. Berikut Faktanya
Mereka berlari dari jantung kota Lamongan serta melakukan aksi di Desa Balun, Kecamatan Turi, untuk melakukan aksi bersih-bersih di Sungai Mengkuli serta mengedukasi para siswa siswi SD 1 dan 2 Balun.
Aksi di Sungai Mengkuli tidak main-main. Hanya dalam waktu singkat, tim Sungai Watch dibantu Dinas PU SDA, DLH dan warga berhasil mengangkat sekitar 510 kilogram sampah.
Temuan di lapangan cukup memprihatinkan, sampah popok sekali pakai mendominasi aliran sungai, disusul plastik kresek dan botol kemasan.
‘’Di sini paling banyak pampers di sungai, tapi ada juga kresek, botol,’’ ucapnya.
Sam menjelaskan, Lamongan merupakan kabupaten ke-10 yang disinggahinya. Setiap hari, ia mengaku berlari 20 km hingga 30 km.
‘’Harapan kami adalah mengumpulkan data kondisi sungai di Jawa untuk kemudian dibawa ke Istana Negara di Jakarta. Kami ingin menunjukkan kabupaten mana saja yang paling butuh bantuan infrastruktur pembersihan,’’ ujar Sam di sela aksi pembersihan.
Gary Bencheghib mengaku terkesan dengan sambutan warga dan komitmen pemerintah daerah.
Meski Lamongan dinilai sedikit lebih bersih dibandingkan beberapa daerah yang telah mereka lalui sebelumnya, seperti Sidoarjo atau Probolinggo.
‘’Energi di Lamongan luar biasa. Kami sempat diajak Pak Bupati makan nasi boran, rasanya pedas tapi enak. Orang-orangnya punya hati yang besar,’’ ungkap Gary.
Dia menambahkan, sinergi antara komunitas, pemerintah, dan warga adalah kunci agar gerakan ini tidak berhenti sebagai seremonial belaka.
Misi Run for Rivers di Lamongan belum usai.Setelah menuntaskan agenda di wilayah kota, tim dijadwalkan bergeser ke arah Babat Selasa (21/4).
Baca Juga: Ikan Bakar Penjaga Kehangatan Keluarga
Berdasarkan diskusi dengan Bupati Yes, titik krusial berikutnya adalah wilayah Kecamatan Babat.
‘’Hari ini (kemarin, red) fokus di kota, besok (hari ini, red) kami lanjut ke Babat. Di sana akan ada agenda bersih-bersih besar bersama dinas lingkungan hidup (DLH) dan siswa sekolah,’’ imbuh Garry.
Aksi lari maraton Bali-Jakarta ini diproyeksikan segera mencapai garis finish di Ibu Kota, untuk menyuarakan darurat sampah sungai kepada pemangku kebijakan nasional.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyambut hangat di pendapa. Menurutnya, kampanye Run for Rivers itu sejalan dengan program Lamongan Asri.
Salah satunya yakni mereduksi sampah-sampah yang ada di rumah tangga sampai dengan sampah di TPA.
‘’Caranya dengan menghidupkan TPS 3R (reduce, reuse, recycle),’’ ungkapnya.
Sebagai contoh, hal tersebut mulai digalakkan di seluruh kantor pemerintah di Kabupaten Lamongan.
Alumnus Doktoral Universitas Brawijaya itu juga sangat antusias dengan kedatangan tim Sungai Watch.
‘’Karena beriring dengan kampanye yang kita lakukan hari-hari ini untuk mengurangi sampah, sehingga harus mengolah sampah ini dari rumah tangga," ungkapnya.
Baca Juga: Ikan Bakar Penjaga Kehangatan Keluarga
Bagi Bupati yes, kampanye yang dilakukan Bencheghib bersaudara itu diharapkan menjadi penyemangat.
Agar komunitas di Kabupaten Lamongan lebih bersemangat melakukan kegiatan yang berdampak baik bagi lingkungan.
‘’Momen seperti ini bisa direplikasi oleh komunitas-komunitas lain, terutama bagi kaula muda,’’ tandasnya. (sip/ind)
Editor : Indra Gunawan