radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Antrean mengular di sejumlah SPBU yang menyediakan biosolar.
Truk besar hingga kendaraan lain berbahan bakar solar turut mengantre.
Manajer SPBU Tikung 5462223, Sunarno, mengatakan, sudah dua minggu terjadi pengurangan pengiriman biosolar.
Baca Juga: Pemkab Lamongan Ajukan Tambahan Kuota BBM, Segini Rinciannya
Padahal, konsumsi biosolar sedang naik.
Apalagi, petani memasuki panen.
BBM jenis itu digunakan untuk menggerakkan mesin panen (combine).
Menurut Sunarno, kiriman dari depo rata-rata dikurangi 8kl setiap SPBU.
Pengurangan itu diduga karena keterlambatan pengiriman akibat cuaca.
“Sudah dua minggu ini dikurangi, apakah nanti dikembalikan normal setelah cuaca membaik atau bagaimana kita masih menunggu arahan,” ujarnya ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Lamongan.
Selain kebutuhan biosolar yang dikurangi, per Maret ini ada penyesuaian harga BBM nonsubsidi.
Pertamax ron 92 dari Rp 11.800 per liter menjadi Rp 12.300 per liter.
Kemudian Pertamax Turbo dari Rp 12.700 per liter menjadi Rp 13.100 per liter, dan Pertamina Dex dari Rp 13.500 menjadi Rp 14.500 per liter.
“Semua jenis BBM punya segmentasinya, tapi semuanya terjual,” terangnya. (rka/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma