LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO – Di tengah derasnya hujan yang mengguyur kawasan perbukitan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, bencana tanah longsor tiba-tiba terjadi.
Seorang prajurit Marinir TNI Angkatan Laut (AL) asal Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan, dikabarkan menjadi salah satu korban longsor yang terjadi di Desa Pasirlangu, Sabtu (24/1) dini hari.
Saat kejadian, puluhan personel Marinir berada di lokasi dalam rangka kegiatan lapangan. Struktur tanah yang labil akibat curah hujan tinggi runtuh dan menimbun area tempat para prajurit beraktivitas.
Komandan Kodim (Dandim) 0812 Lamongan, Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo, membenarkan bahwa salah satu korban berasal dari Lamongan.
“Iya benar, ada korban asal Lamongan. Kami dari Kodim 0812 Lamongan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Saat ini proses pencarian masih berlangsung dan kami menunggu rilis resmi dari pihak TNI serta tim DVI,” ujar Letkol Inf Deni saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (28/1).
Sebelum kejadian, para personel Marinir dibagi ke dalam dua kelompok dengan titik koordinat latihan yang telah ditentukan. Mereka berangkat ke lokasi latihan pada Jumat malam dan tiba sekitar pukul 20.00 WIB.
Sekitar pukul 03.00 WIB, longsor besar terjadi secara tiba-tiba. Sejak saat itu, komunikasi dengan para personel terputus. Tim SAR gabungan langsung diterjunkan untuk melakukan pencarian di tengah medan berat dan cuaca yang belum sepenuhnya bersahabat.
Hingga Rabu (28/1), tercatat empat personel ditemukan meninggal dunia, sementara 19 lainnya masih dalam proses pencarian.
“Para prajurit yang gugur merupakan putra terbaik bangsa. Kami meyakini almarhum wafat dalam tugas dan insyaallah syahid,” imbuhnya.
Proses pencarian terus dilakukan dengan penuh kehati-hatian mengingat masih adanya potensi longsor susulan di lokasi kejadian. (jar)
Editor : Anjar D. Pradipta