radarlamongan.co — jawaposradarlamongan - Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sumber Daya Air (SDA) Lamongan terus mematangkan kesiapan infrastruktur pengairan.
Untuk mendukung program ketahanan pangan dari pemerintah pusat, pengelolaan air irigasi menjadi kunci utama dalam meningkatkan produk pertanian.
Kepala Dinas PU SDA Lamongan, Erwin Sulistya Pambudi, menjelaskan, pemeliharaan sumber daya air dilakukan secara masif melalui normalisasi waduk dan embung.
Langkah ini krusial untuk menjaga ketersediaan air baku bagi petani, terutama saat memasuki musim kemarau.
"Salah satu peran utama Dinas PU SDA Lamongan adalah menjamin ketersediaan air irigasi pada 30 daerah irigasi di wilayah Kabupaten Lamongan," katanya.
Keberlanjutan irigasi pedesaan menjadi penopang produktivitas pertanian masyarakat.
Dinas PU SDA telah merampungkan 31 kegiatan pembangunan embung baru dengan total kapasitas mencapai sekitar 155 ribu meter kubik (m3).
Selain itu, 42 kegiatan rehabilitasi embung juga dilakukan dengan kapasitas sekitar 84 ribu m3.
Embung - embung tersebut berfungsi sebagai tabungan air. Sehingga, suplai air ke sawah - sawah petani tetap terjaga.
"Itu sebagai fungsi guna meningkatkan efisiensi dan keandalan distribusi air dengan melaksanakan 20 kegiatan peningkatan jaringan irigasi dengan total panjang penanganan sekitar 1.000 meter," imbuhnya.
Selain itu, dilaksanakan pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi yang bersumber dari APBD pada 116 titik.
Panjangnya mencapai 23.408 meter.
Dukungan terhadap program strategis nasional, ketahanan pangan itu, juga diwujudkan melalui pelaksanaan kegiatan Instruksi Presiden (Inpres).
Pada Inpres Tahap 2 kewenangan pusat, telah tertangani 6 titik sepanjang 2.799 meter.
Sementara pada Inpres Tahap 2 kewenangan kabupaten, dilaksanakan pada 16 titik sepanjang 22.520 meter dan Inpres Tahap 3 kewenangan kabupaten, dilakukan pada 2 titik sepanjang 2.300 meter.
"Sebagai bagian dari pengelolaan sumber daya air, secara menyeluruh PU SDA juga melaksanakan rehabilitasi waduk dan rawa yang bersumber dari APBD," terang Erwin.
Ada 22 titik yang dikerjakan dengan total volume penanganan mencapai sekitar 125 ribu m3 untuk meningkatkan kapasitas tampungan air dan mendukung pengendalian ketersediaan air pertanian.
Rentetan program pembangunan dan rehabilitasi ini diharapkan menciptakan sistem irigasi yang andal, berkelanjutan, dan adaptif terhadap perubahan iklim.
Langkah ini merupakan kontribusi nyata pemerintah daerah dalam menjaga produktivitas pertanian, meningkatkan kesejahteraan petani, serta memperkuat ketahanan pangan nasional dari tingkat daerah. (mal/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma