RADARLAMONGAN.CO – Sosok Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol) Dedi Prasetyo kini tengah menjadi sorotan usai ditunjuk sebagai Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri), menggantikan Komjen Ahmad Dofiri yang memasuki masa pensiun.
Siapa sangka, perwira tinggi Polri kelahiran Magetan, 26 Juli 1968 ini, pernah memulai karier lapangan sebagai Kapolsek Deket, wilayah yang tak jauh dari jantung Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Jabatan itu ia emban pada tahun 1992, hanya dua tahun setelah lulus dari Akademi Kepolisian (Akpol) pada 1990.
Setahun kemudian, Dedi dipercaya menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Lamongan, menunjukkan kapasitas dan integritasnya dalam bidang reserse dan kriminalitas.
Kariernya terus menanjak dengan berbagai jabatan strategis di jajaran kepolisian, mulai dari Kapolsek Serpong, Kapolres Kediri Kota, hingga Wakapolda Kalimantan Tengah.
Namun, kiprah Komjen Dedi tak hanya dikenal di jalur komando. Ia juga dikenal luas sebagai perwira akademik. Pada tahun 2022, Dedi dikukuhkan sebagai Profesor, menjadikannya salah satu polisi berpangkat bintang tiga dengan gelar akademik tertinggi.
Ia telah menulis 27 buku seputar hukum, manajemen SDM kepolisian, hingga reformasi birokrasi, dan tercatat dalam rekor MURI sebagai penulis buku terbanyak di lingkungan Polri.
Penunjukan Dedi sebagai Wakapolri tertuang dalam Surat Telegram ST/1764/VIII/KEP./2025 tertanggal 5 Agustus 2025. Penunjukan ini disambut positif oleh berbagai kalangan, mengingat rekam jejak panjang dan kontribusinya yang tak terbantahkan di tubuh Polri. (jar)
Editor : Anjar D. Pradipta