radarlamongan.jawapos.com, Lamongan - Ahmad Rifai Rifan, alumni teknik mesin Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya berhasil menerima penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), sebagai sarjana teknik dengan jumlah karya buku motivasi islami terbanyak di Indonesia.
Penghargaan ini diterima atas rekomendasi dari Pusat Insinyur Indonesia (PPI) setelah melihat kontribusinya di bidang literasi yang tersebar luas di berbagai kalangan.
Bahkan, Rifai ini sudah memulai karir menulis sejak masih berstatus sebagai mahasiswa, dan sudah menghasilkan lebih dari 200 judul buku yang tersedia di berbagai toko buku di Indonesia.
Buku pertamanya terbit ketika masih di bangku kuliah.
Meski harus membagi waktu antara tugas akademik dan merintis bisnis penerbitan, dia tetap konsisten menulis dan menuntaskan studinya.
Hingga lulus wisuda, puluhan karya berhasil diterbitkan oleh Gramedia dan penerbit nasional.
Setelah lulus, Rifai sempat bekerja sebagai mechanical engineer dan tetap menulis.
Akhirnya dia memilih fokus di dunia kepenulisan.
Keputusan tersebut membuahkan hasil.
Tidak hanya menerima MURI, tapi bisa menebar semangat membaca dan menulis ke berbagai daerah.
"Menulis menjadi cara saya untuk berbagi pengalaman, pemikiran, dan pengetahuan.
ITS sudah memberikan dasar yang kuat dalam berpikir, dan dunia literasi memberi ruang bagi saya untuk mendayagunakan proses berpikir itu, sehingga bisa dinikmati oleh masyarakat luas," ujarnya.
Beberapa karyanya yang telah mendapatkan apresiasi luas antara lain Selesai dengan Diri Sendiri, Menikmati Hidup, Hidup Sekali Berarti Lalu Mati, dan Tuhan, Maaf, Kami Sedang Sibuk, yang sempat masuk dalam daftar 10 besar buku terlaris di Gramedia se-Indonesia.
Rektor ITS, Bambang Pramujati, S.T., M.Sc.Eng., Ph.D., sangat mengapresiasi prestasi alumninya tersebut.
Sebab alumninya tidak hanya berprestasi di bidang teknik, tapi juga menebar manfaat di literasi.
Ini menunjukkan bahwa lulusan ITS memiliki kemampuan dan kontribusi di berbagai sektor,” terangnya.
Dengan pencapaiannya ini, Rifai berharap bahwa dunia teknik dan literasi dapat berjalan beriringan dan memberi dampak positif bagi masyarakat luas. (rka/ind)
Editor : Arya Nata Kesuma