radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Penataan Kawasan Gajahmada sebagai ruang terbuka publik (RTP) kedua di Kabupaten Lamongan terus dikebut.
Pemkab setempat kini bersiap merealisasikan pembangunan saluran drainase permanen dengan mengalokasikan anggaran sekitar Rp 1 miliar.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan kawasan yang digadang-gadang menjadi pusat aktivitas warga setelah Alun - Alun Kota Lamongan tersebut bebas dari banjir dan ancaman longsor, terutama saat musim penghujan.
Baca Juga: Pemerataan Tuntas, Training Ground Kawasan Gajahmada Lamongan Bisa Dipakai Lagi
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang Kabupaten Lamongan, Andhy Kurniawan, menjelaskan, tim di lapangan sudah melakukan survei persiapan pengerjaan.
Termasuk, menyelesaikan proses uitzet atau pengukuran ulang untuk menentukan titik pengerjaan.
Direncanakan dalam satu dua minggu ke depan pengerjaan fisik di lapangan sudah bisa dimulai.
Baca Juga: Tata Ulang Drainase Kawasan Gajahmada Lamongan
Proyek yang dilelang ini ditargetkan tuntas pada Desember mendatang.
“Nanti diatur agar mobilisasi kendaraan pengangkut material tetap lancar, dan pekerjaan bisa selesai tepat waktu,” ujar Andhy.
Menurut dia, pengembangan kawasan Gajahmada menjadi tanggung jawab PU. Karena kawasan Gajahmada memiliki mobilitas masyarakat yang sangat tinggi, titik pengerjaan akan difokuskan pada bagian tengah area.
Saluran ini dirancang menggunakan konstruksi tertutup layaknya trotoar modern, sehingga aman bagi pejalan kaki dan efisien.
“Pekerjaannya nanti bertahap, namun saluran ini penting agar air bisa keluar ke pematusan dengan lancar,” tuturnya.
Andhy menambahkan, bahan - bahan nanti menggunakan pabrikasi. Selain kualitasnya lebih baik, proses pengerjaannya juga lebih cepat.
Kawasan Gajahmada digadang menjadi salah satu magnet baru di Lamongan. Berbagai fasilitas penunjang seperti taman kota, lapangan sepak bola, gedung kesenian, hingga coworking space terus disempurnakan secara bertahap menyesuaikan kemampuan anggaran daerah.
Pembangunan drainase permanen ini menjadi fondasi krusial agar seluruh fasilitas publik tersebut nyaman digunakan masyarakat dalam jangka panjang. (rka/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma