Harga BBM di Lamongan Relatif Stabil, Penggunaan Pertalite Masih Dominan di Masyarakat

Rika Ratmawati • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 03:23 WIB
RELATIF STABIL: Kendaraan yang mengisi BBM di salah satu SPBU di Kabupaten Lamongan. (Rika Ratmawati/Radar Lamongan)
RELATIF STABIL: Kendaraan yang mengisi BBM di salah satu SPBU di Kabupaten Lamongan. (Rika Ratmawati/Radar Lamongan)

radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Harga bahan bakar minyak (BBM) relatif stabil. Jenis Pertalite tetap menjadi primadona utama masyarakat.

Manajer SPBU Tikung 5462223, Sunarno, menjelaskan, BBM penugasan itu jumlahnya dikuota.

Misalnya pasokan harian 5 kiloliter habis, konsumen terpaksa beralih ke jenis BBM yang masih tersedia.

Baca Juga: Penurunan Harga BBM Non-subsidi Tidak Berdampak pada SPBU di Lamongan

Harga Pertalite saat ini masih tetap Rp 10 ribu per liter, sementara Pertamax (RON 92) berada di angka Rp 12.950 per liter.

Sunarno mengatakan, karena tidak ada libur panjang atau momen hari besar, maka permintaan belum mengalami kenaikan.

“Kondisi petani belum banyak yang panen, jadi kebutuhan juga tidak banyak masih cukup,” jelasnya. 

Baca Juga: Benarkah Mobil Listrik Hemat di Kota, Boros di Jalan Tol?. Simak Fakta di Balik Kendaraan Non-BBM Tersebut

Terkait rencana penerapan regulasi solar nelayan, Sunarno mengaku belum ada informasi ke SPBU.

Harga solar masih tetap Rp 6.800 per liter karena subsidi.

Sunarno menuturkan, kebutuhan solar juga masih aman, tidak ada antrean panjang.

Baca Juga: Kenaikan Harga BBM Non-subsidi Belum Terlalu Pengaruhi SPBU di Kabupaten Lamongan

“Pengiriman ke SPBU lancar, jadi tidak masalah,” tuturnya. (rka/yan)

Editor : Arya Nata Kesuma
pertalite regulasi solar pertamax lamongan harga bbm