Harga Tembakau Petikan Pertama di Lamongan Tembus Rp 36 Ribu Per Kg

Rika Ratmawati • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:10 WIB
Harga panen tembakau petikan perdana di wilayah Kecamatan Mantup periode panen Agustus - awal Oktober 2026. (Google Gemini)
Harga panen tembakau petikan perdana di wilayah Kecamatan Mantup periode panen Agustus - awal Oktober 2026. (Google Gemini)

radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Senyum optimistis merekah di wajah para petani tembakau di wilayah selatan Lamongan yang mulai melangsungkan panen raya.

Memasuki petikan pertama (daun bawah), harga jual tembakau terpantau merangkak naik dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Yakni menembus kisaran Rp 34 ribu - Rp 36 ribu per kilogram (kg).

Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Lamongan, Bakrudin Zuhri, mengatakan, panen petikan pertama mulai dirasakan petani wilayah Kecamatan Mantup.

Baca Juga: Tak Lagi Kemarau Basah, Petani Tembakau di Kabupaten Lamongan Memburu Musim Emas

Curah hujan yang minim berdampak pada kualitas tinggi tembakau.

“Kalau tembakau ini panennya beberapa kali, mulai petikan bawah sampai atas,”ujarnya.

Bakrudin menjelaskan, panen tembakau biasanya hingga awal Oktober.

Baca Juga: Sebanyak 36 Ribu Petani Tembakau dan Pekerja Rentan di Lamongan Dikaver Bantuan BPJS Ketenagakerjaan

Petani memilih merajang petikan pertama, kemudian dijual dan dilanjutkan ke petikan berikutnya.

Petani tembakau umumnya loyalis di areal basis. Ada atau tidaknya fluktuasi harga, mereka cenderung konsisten menanam karena rata-rata sudah mengantongi kemitraan dengan pabrik. 

“Beberapa tahun lalu petani untung, banyak yang semangat tanam,” tuturnya. 

Bakrudin menambahkan, laporan wilayah yang panen tembakau belum lengkap. Dia berharap hingga petikan terakhir harga tembakau tinggi agar petani untung.

Pemerintah berupaya mencukupi kebutuhan petani dengan membantu peningkatan infrastruktur perkebunan, membantu pemenuhan kebutuhan pupuk dan air.

Petani tembakau juga sangat terbantu melalui DBHCT yang diterima. Banyak yang sudah terkover BPJS ketenagakerjaan. Selain itu, ada bantuan mesin pengrajang, perbaikan jalan dan bantuan kendaraan roda tiga. (rka/yan)

Editor : Arya Nata Kesuma
petikan pertama Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian Lamongan petani tembakau