radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Antrean panjang kendaraan bermesin disel, mulai truk, pikap, hingga bus antarkota, terlihat di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Lamongan tiga hari terakhir. Bahkan, ada SPBU yang sudah tak menjual solar.
Manajer SPBU Tikung 5462223, Sunarno mengaku, sudah dua hari ini SPBU-nya tidak menjual solar karena kuota April sudah habis.
Situasi yang terjadi beberapa hari ini murni karena ketersediaan stok.
Baca Juga: DPC PKB Lamongan Perkuat Penyerapan Aspirasi Masyarakat Melalui Program Hari Fraksi
Menurut dia, beberapa SPBU masih menjual solar karena cadangan kuotanya masih ada.
“Banyak yang sudah kehabisan kuota sehingga tidak melayani penjualan, kecuali konsumennya mau pakai BBM Dexlite atau Pertamina Dex,” ujarnya.
Sunarno mengatakan, harga solar subsidi tidak ada kenaikan.
Baca Juga: Polres Lamongan Terapkan ETLE Handheld, Catat 60 Pelanggaran
SPBU Tikung yang hanya melayani kendaraan jalan provinsi dan petani combine setiap harinya 8 kl.
Pasokan itu berbeda dengan SPBU yang berada di wilayah jalan nasional.
“Kalau kebutuhan SPBU jalan nasional pastinya lebih banyak, ada bus, truk, dan kendaraan lain yang membutuhkan solar,” tutur ketua Asosiasi SPBU di Lamongan itu.
Sunarno menjelaskan, solar bersubsidi dan pertalite penugasan ada kuota setiap harinya.
Jika kuota itu sudah habis, maka tidak bisa mengajukan tambahan. Kecuali, saat hari besar keagamaan atau libur tahun baru. Biasanya ada tambahan langsung dari Pertamina saat momen tersebut. (rka/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma