Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Satpol PP Lamongan Tertibkan PKL Dalam Kota 

M. Gamal Ayatollah • Rabu, 1 April 2026 | 20:00 WIB
SUDAH BERSIH: Jalan Laras — Liris Lamongan menjadi terlihat lebih luas setelah para PKL membongkari lapaknya. (Istimewa/Radar Lamongan)
SUDAH BERSIH: Jalan Laras — Liris Lamongan menjadi terlihat lebih luas setelah para PKL membongkari lapaknya. (Istimewa/Radar Lamongan)

radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Estetika dan ketertiban kawasan perkotaan Lamongan mulai menjadi perhatian serius Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat.

Korps penegak perda tersebut kian intens menyisir keberadaan pedagang kaki lima (PKL) yang nekat mangkal di sepanjang Jalan Basuki Rahmad hingga kawasan ruko di Jalan Panglima Sudirman.

"Penertiban PKL dalam kota akan terus dilakukan. Hingga kini mulai berkurang setelah petugas datang di jalan, dilakukan teguran," klaim Sekretaris Satpol PP Lamongan, Ermawan Ristanto.

Baca Juga: Sopir Mobil Boks Asal Pati Tewas Tertabrak Truk Tronton di JLU Lamongan

Langkah ini diambil guna mengantisipasi menjamurnya pedagang baru.

Jika dibiarkan tanpa pengawasan, maka dikhawatirkan jumlah PKL akan terus bertambah dan memicu kesemrawutan kota.

Meski begitu, Ermawan menegaskan bahwa urusan PKL bukan hanya domain Satpol PP.

Baca Juga: Pengedar Pil Dobel L Asal Tuban Dituntut 1,5 Tahun Penjara di Pengadilan Negeri Lamongan

Perlu sinergitas lintas sektoral untuk mencari solusi jangka panjang.

"Seperti misalnya bersama — sama dinas terkait, camat hingga asisten untuk menemukan jalan tengah," imbuhnya. 

Salah satu tantangan yang dihadapi adalah perilaku pedagang yang "kucing-kucingan".

Di Jalan Ki Sarmidi Mangunsarkoro misalnya. Kawasan tersebut sejatinya diperuntukkan bagi sentra PKL pada sore hingga malam hari.

Namun, saat pagi, masih saja ada pedagang yang nekat berjualan dengan sistem berpindah-pindah, menyasar area depan sekolah.

Dia mengakui saat ini belum tersedia lahan relokasi yang representatif bagi pedagang yang ingin berjualan di siang hari tanpa mengganggu arus lalu lintas.

"Tempatnya yang belum bisa menentukan, sehingga perlu bersama — sama turun ke lapangan dan duduk bersama," katanya. 

Satpol PP juga menyoroti aktivitas PKL nasi boran di trotoar Jalan Panglima Sudirman saat malam hari.

Keberadaan pedagang kuliner khas tersebut kerap memicu kemacetan karena banyak truk besar yang parkir sembarangan di bahu jalan demi makan di lokasi. (mal/yan) 

Editor : Arya Nata Kesuma
#ketertiban kawasan perkotaan #Satpol PP Lamongan #pedagang kaki lima (PKL)