Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Sujud Subuh dan Sayur Gratis di Masjid At-Taqwa

Rika Ratmawati • Jumat, 6 Maret 2026 | 21:46 WIB

SIRAMAN ROHANI: Kajian tematik di Masjid Jami At-Taqwa Desa Godog, Kecamatan Sekaran
SIRAMAN ROHANI: Kajian tematik di Masjid Jami At-Taqwa Desa Godog, Kecamatan Sekaran

radarlamongan - jawaposradarlamongan - Langit di ufuk timur Desa Godog, Kecamatan Sekaran, masih menyisakan rona jingga yang tipis.

Di pelataran Masjid Jami At-Taqwa, beberapa perempuan masih berbalut mukena putih, sisa sujud subuh yang baru saja usai.

Sebagian di antaranya, mengambil sayur bawaan dan selanjutnya diletakkan ke tempat yang sudah disiapkan. 

Sayuran itu bisa diambil siapa saja yang membutuhkan. Tidak hanya sayur. Warga juga ada yang menyediakan lauk dan bahan makanan lainnya.

Barang — barang itu dipajang, boleh diambil secara gratis, setiap hari selama Ramadan. Kegiatan yang berlebih memberi, yang kurang mencukupi itu dikoordinasi Teras NA (Nasiatul aisiyah), milik ibu — ibu yang tergabung dalam organisasi Aisiyah setempat.

Di luar Ramadan, mereka juga melakukan kegiatan yang sama. Bedanya, pelaksanaan setiap Jumat setelah subuh.

Sekretaris Takmir Masjid Jami At-Taqwa, Nastainul Hasan, mengatakan, masyarakat yang membutuhkan bisa mengambil sesuai kebutuhannya.

Jika ada warga yang memiliki uang lebih, juga bisa menaruh semampunya. Program yang sudah berjalan lama ini, bertujuan saling membantu sesama. 

Geliat At-Taqwa memang tak pernah redup. Jika pagi dibuka dengan sayur lauk gratis, maka sore hari 800 — 1.000 porsi buka puasa tersaji rapi, menyatukan para jamaah dalam satu nampan persaudaraan.

Tarawih dan tadarus bersama juga digelar, sama seperti masjid — masjid umumnya saat Ramadan. Khusus Ahad sore, ada kajian tematik sampai jelang maghrib.

At-Taqwa sudah berdiri sejak tahun proklamasi 1945. Masjid ini membawa jejak sejarah panjang yang kemudian bersalin rupa menjadi bangunan megah berlantai dua sejak renovasi 2017. Kala itu, Prof Haedar Nasir dari PP Muhammadiyah yang meletakkan batu pertamanya.

Ada aroma kebanggaan lokal di setiap sudut arsitektur bangunan yang merupakan buah desain warga Laren sendiri. Anggaran Rp 7,5 miliar yang menopang kemegahan itu, hasil tetesan keringat swadaya masyarakat dan kiriman rupiah dari para perantau di Malaysia yang tak pernah lupa jalan pulang.

Bangunan dua lantai itu terus dilakukan perbaikan karena kurang satu Menara. Estimasinya menelan biaya Rp 500 juta. Dananya diusahakan setelah Ramadan. 

Bagi musafir yang melintas, At-Taqwa bukan sekadar tempat singgah untuk menggugurkan kewajiban salat. Di depannya, sebuah kolam ikan terapi sengaja disediakan. “Tujuan kami agar masyarakat semakin senang dan nyaman beribadah di masjid,” tuturnya. 

Di Desa Godog, agama tidak hanya bicara tentang urusan langit. Juga tentang bagaimana mengisi perut tetangga dan menenangkan hati mereka yang sedang kelelahan di jalanan. (rka/yan) 

Editor : Arya Nata Kesuma
#sayur gratis #Kecamatan Sekaran #Masjid at-Taqwa #Prof Haedar Nashir #lamongan #buka puasa #desa godog