radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Di tepi jalan provinsi yang menghubungkan Kecamatan Sukodadi dengan Paciran, sebuah menara spiritual berdiri dengan kukuh sekaligus teduh.
Masjid Jami’ Ussisa Alattaqwa, Desa Banjarmadu, Kecamatan Karanggeneng, menjadi pelabuhan batin bagi para musafir yang merindukan sujud setelah asap knalpot dari kendaraannya membumbung dan menghilang.
Bangunan masjid dengan desain modern yang memadukan kelir hijau cerah dan kuning itu, membuat masjid Ussisa Alattaqwa mencolok dari jalan raya.
Lahan parkir yang luas dan bersih membuat setiap raga yang lelah dapat sejenak menepi dan membasuh penat dengan air wudu yang dingin.
Ketua Takmir Masjid, Mustakim, menceritakan bahwa bangunan tempat ibadah itu telah bersalin rupa menjadi modern sejak pemugaran besar pada 2010.
Akar sejarahnya telah menghujam sejak zaman nenek moyang.
Selama dana tersedia, penyempurnaan terus dilakukan.
Terakhir, pemasangan paving. Sehingga pengunjung semakin nyaman dan memberikan kepuasan bagi jamaah yang datang.
‘’Apalagi kalau masjidnya bagus, pasti warga yang melintas juga tertarik untuk salat,’’ tuturnya.
Letaknya yang strategis, berdekatan dengan area makam dan TPQ, membuat denyut aktivitas di masjid ini tak pernah sunyi, bahkan di luar bulan suci.
Atmosfer di Ussisa Alattaqwa kian kental dengan nuansa keguyuban saat memasuki Ramadan.
Setiap hari diadakan buka bersama dengan mereka yang terhenti perjalanannya saat azan magrib berkumandang..
“Kami menyediakan sekitar 100 bungkus nasi kotak dengan takjil dan lainnya selama bulan puasa,” jelasnya.
Menurut Mustakim. kegiatan lainnya selama bulan puasa hampir sama dengan masjid pada umumnya. Melaksanakan tarawih, tadarus, hingga kajian menjelang berbuka puasa.
Perbedaan masjid ini adalah ghirah keilmuan yang tetap terjaga. Tradisi mengaji kitab kuning dipertahankan.
Apalagi, warga sekitar, khususnya generasi muda, banyak lulusan pondok pesantren.
Setiap Sabtu malam Minggu, di luar bulan puasa selalu dilaksanakan ngaji kitab kuning.
“Kalau puasa kita fokus untuk memperbanyak amalan dengan membaca Alquran dan kajian,” terangnya. (rka/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma