Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Update Pupuk Subsidi Petambak 2026, Ini Ribuan Ton yang Siap Didistribusikan di Dekat Lamongan

Arya Nata Kesuma • Sabtu, 31 Januari 2026 | 20:12 WIB

 

PENYALURAN : Pemerintah Kabupaten Gresik akan menyalurkan 9.825 ton pupuk bersubsidi sektor perikanan. (Fajar/Radar Gresik)
PENYALURAN : Pemerintah Kabupaten Gresik akan menyalurkan 9.825 ton pupuk bersubsidi sektor perikanan. (Fajar/Radar Gresik)

radarlamongan.co – jawaposradarlamongan – Petambak di Gresik, kabupaten yang bertetangga dengan Lamongan, bisa berharap lega.

Pemkab Gresik melalui Dinas Perikanan memastikan alokasi pupuk bersubsidi untuk sektor perikanan kembali hadir di tahun anggaran 2026.

Bahkan, 9.825 ton pupuk tinggal disalurkan kepada para petambak dalam beberapa hari ke depan.

Jumlah itu terdiri atas 4.721 ton pupuk urea, 4.598 ton pupuk SP-36, dan 506 ton pupuk organik.

Meski alokasi sudah ditetapkan, realisasi di lapangan masih menunggu proses administratif dari pemerintah pusat.

Saat ini, Dinas Perikanan terus berkoordinasi dengan PT Pupuk Indonesia dan menunggu finalisasi aplikasi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

"Aplikasi dari kementerian saat ini masih dalam proses finalisasi. Jika sudah tuntas, segera kami realisasikan. Targetnya paling lambat akhir Januari ini sudah bisa tersalurkan," ujar Kepala Bidang Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Kabupaten Gresik, Ratna Heri Sulistyowati, Jumat (30/1).

Berdasarkan data, petambak di Kecamatan Duduksampeyan menerima alokasi terbesar.

Yakni, 2.501 ton. Urutan berikutnya, Kecamatan Manyar (1.696 ton), Bungah (1.518 ton), dan Sidayu (1.195 ton).

Sebaran lainnya berada di wilayah Cerme, Ujungpangkah, Dukun, Kebomas, hingga wilayah selatan seperti Balongpanggang, Benjeng, dan Menganti.

Selain mengandalkan pupuk, Dinas Perikanan juga mulai mengedukasi petambak untuk beralih ke praktik budidaya ramah lingkungan melalui penggunaan probiotik.

"Kami mendorong penggunaan bakteri baik atau probiotik. Selain membantu mengurai sisa organik dan meningkatkan ketahanan ikan/udang, probiotik ini bisa mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia dan pakan buatan. Hasilnya, biaya produksi turun dan lingkungan tambak tidak tercemari," jelas Ratna. (*)

Editor : Arya Nata Kesuma
#pupuk organik #pemkab gresik #tetangga #lamongan #sektor perikanan #pupuk bersubsidi