Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Usulan Tabung Melon Bersubsidi di Lamongan Tidak Berubah

Rika Ratmawati • Jumat, 30 Januari 2026 | 19:17 WIB
Permintaan LPG saat libur panjang ini masih normal.
Permintaan LPG saat libur panjang ini masih normal.

radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Usulan tabung LPG bersubsidi 3 kilogram (kg) Kabupaten Lamongan sama dengan tahun lalu, yakni 69 ribu metric ton.

Plt Asisten Perekonomian dan Kesejahteraan Masyarakat Lamongan, Sujarwo, menjelaskan, usulan itu disesuaikan kebutuhan masyarakat.

Hitungannya, 49 ribu metric ton untuk rumah tangga, 19 ribu metric ton usaha mikro, 100 metric ton untuk nelayan, dan 333 metric ton bagi petani.

Menurut Sujarwo, tabung melon bersubsidi peruntukannya sudah ditentukan pusat.  

Salah satunya untuk pelaku usaha kecil dan masyarakat yang kurang mampu.

“Kalau dari laporan di lapangan, untuk kebutuhan LPG Lamongan aman dan harganya masih sesuai HET,” jelasnya.

Sujarwo mengatakan, biasanya alokasi lebih rendah dari usulan.

Sedangkan hari besar ada tambahan pasokan untuk meminimalisasi lonjakan permintaan dari masyarakat.

Dia memastikan kebutuhan LPG aman dan tidak ada kelangkaan.

Sujarwo menambahkan, pegawai negeri di Lamongan sudah beralih ke LPG nonsubsisi sejak lama.

Selain itu, sepuluh ribu warga di Lamongan sudah teraliri program jargas.

Sehingga kebutuhan gas mereka tidak memanfaatkan tabung lagi.

Menurut dia, untuk pembelian di pangkalan kota rata - rata sudah tertib.

Hanya pelaku usaha kecil yang menggunakan LPG bersubsidi.

Beberapa pangkalan juga sudah meminta identitas pembeli untuk memastikan LPG bersubsidi tepat sasaran.

“Biasanya alokasi lebih rendah dari usulan, jadi di lapangan penyalurannya harus tertib agar kebutuhan tercukupi,” tuturnya. (rka/yan)

Editor : Arya Nata Kesuma
#rumah tangga #usaha mikro #tabung melon #tabung lpg 3 kg #kabupaten lamongan