radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Keterisian air di waduk terus bertambah.
Kepala Dinas PU SDA Lamongan, Erwin Sulistya Pambudi, melalui Kabid Operasi dan Pemeliharaan, Saikhu, menjelaskan, keterisian air waduk saat ini sekitar 50 - 60 persen.
Air waduk sengaja belum dipenuhi karena pengendalian banjir.
Pintu waduk masih menerapkan buka tutup.
Saat hujan deras, pintu waduk ditutup.
Tujuannya, menahan air tidak membanjiri wilayah di bawahnya.
Saat tidak hujan dan kondisi di bawah aman, pintu dibuka.
“Jadi memang waduk sengaja sistem buka tutup supaya tidak membanjiri di bawah karena intensitas hujan diprediksi masih tinggi,” jelasnya.
Menurut dia, musim tanam pertama bisa dicukupi dengan air tadah hujan.
Keterisian waduk direncanakan untuk cadangan air saat musim tanam kedua.
Dia berharap petani terus koordinasi dengan tim di lapangan terkait ketersediaan air.
Saikhu menuturkan, pemerintah sedang gencar melakukan pengerukan waduk dan normalisasi jaringan tahun ini.
Sehingga, volume dipastikan bertambah.
“Normalisasi sudah berjalan, pastinya akan menambah volume waduk maupun rawa,” tuturnya.
Terkait kuro, saat ini statusnya siaga hijau.
Menurut Saikhu, kondisinya akan terus dipantau karena petani mulai tanam.
Sementara di wilayah Bengawan Jero, petambak mulai tabur ikan. (rka/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma