radarlamongan.co – jawaposradarlamongan - Tutur bahasa Samuel Abisatya Wirandanu cukup halus.
Pembawaannya juga terlihat kalem. Namun, pembawaan kalemnya itu berubah ketika dia sudah memegang stik dan memukul drum.
Tangan Danu terlihat lincah saat memberikan energi dalam irama musik yang dimainkan.
Kemampuannya sebagai seorang drummer sudah teruji dalam beberapa perlombaan dan festival.
Terakhir, dia mengikuti Asian Supreme Drum Competition 2025 tingkat Asia Tenggara dan Tiongkok.
Danu berlomba dari babak penyisihan yang digelar secara online pada Agustus.
Dalam kompetisi yang diselenggarakan Rockschool London yang memiliki perwakilan di Singapura itu, Danu bersaing di kategori junior. Dia akhirnya lolos di babak penyisihan.
Danu menjadi salah satu perwakilan Indonesia yang lolos ke grandfinal yang dilaksanakan 1 - 2 November 2025 di Funan Atrium Mall Singapura.
Di kategori junior, ada 25 finalis dari negara Asia Tenggara dan Tiongkok.
Danu melihat penampilan drummer junior dari Thailand, Tiongkok, dan perwakilan Indonesia lainnya cukup bagus.
Siswa SMPN 1 Lamongan itu akhirnya berhasil menembus tiga besar. Juara dan runner-up kompetisi ini diraih drummer dari Thailand dan Tiongkok.
“Alhamdulillah dan terus bersemangat untuk bisa mengikuti even-even bergengsi lainnya,” ujar pelajar asal Perumnas Made, Lamongan itu.
Danu merasa sangat senang bisa membawa pulang penghargaan bergengsi. Dia juga bisa menambah pengalaman dan menimba ilmu dari drummer – drummer lainnya.
Paling membuatnya bangga, blangkon dan jarik, busana batik khas Lamongan, yang dikenakan dengan padukan t-shirt dan celana jeans, mendapat pujian dari salah satu juri. Sang juri menilai pakaian yang dikenakannya bernuansa modern-tradisional.
Danu mengenal alat musik drum sejak masih berusia 6 tahun. Orang tuanya mendukung Danu dengan mengikutkan les drum di Surabaya.
Keikutsertaannya di Asian Supreme Drum Competition 2025, itu merupakan ajang kompetisi ke-34 yang diikutinya sejak 2019. Kompetisi itu, baik tingkat nasional maupun internasional.
Sebelumnya, dia pernah mengikuti kompetisi tingkat nasional di beberapa kota besar seperti Malang, Solo, dan Surabaya.
Kini, Danu juga mulai mengembangkan bakat bermain alat musiknya dengan belajar gitar akustik dan elektrik.
Meski demikian, dia tetap lebih tertarik bermain drum. Alasannya, seorang drummer terlihat sangat keren dan atraktif.
“Senang saja terlihat keren, ketika memainkan,” tutur pelajar yang bercita-cita menjadi drummer dan musisi itu. (rka/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma