radarlamongan.co - jawaposradarlamongan – Dinas Perikanan Lamongan mendata produksi perikanan budidaya hingga triwulan ketiga mencapai 45.156 ton.
Jumlah itu sudah mencapai sekitar 96 persen, dari target produksi 46.928,2 ton.
Kabid Perikanan Budidaya, Dinas Perikanan Lamongan, Naila Maharlika, menjelaskan, komoditas terbanyak udang vanami.
Produksinya 13.717,9 ton.
Disusul ikan bandeng 12.098,3 ton dan nila 10.239 ton.
‘’ Produksi terbanyak udang vanami karena panen dua kali. Bandeng hanya panen sekali. Jadi budidaya vanami siklus lebih pendek hargannya mahal, dan itu menarik daripada bandeng,’’ ujarnya.
‘’ Optimistis capai target karena saat ini masa ada air, masih ada beberapa desa yang budidaya ikan,’’ imbuhnya.
Menurut Naila, harapan terbesar pembudidaya adalah harga bisa stabil.
Selama ini, harga ikan belum stabil.
Apalagi, ketika musim panen raya.
‘’Keinginannya gitu, kita masih berfikir bagaimana untuk menstabilkan harga ikan,’’ katanya.
Terkait pupuk subsidi bagi petambak, Naila masih menunggu Peraturan Menteri (Permen) KKP.
‘’Kita juga masih melakukan pendataan. Beberapa desa belum tertarik setor data karena menurut mereka belum jelas,’’ lanjutnya.
Dia menjelaskan, syarat penerima pupuk subsidi nantinya adalah petambak yang memiliki Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan (Kusuka), pembudidaya yang tergabung dalam pokdakan terdaftar di Dinas Perikanan Kabupaten Lamongan.
‘’Di aplikasi harus ada nama kelompok,’’ ujarnya. (sip/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma