LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO– PT KAI Daop 8 Surabaya meminta ada tambahan penjaga palang pintu kereta api (KA) sebidang, akibat dua insiden laka dalam sebulan terakhir yang menimbulkan korban jiwa dan luka-luka.
Meski sudah terdapat palang pintu, tapi penjaga perlintasan masih minim. Insiden pertama di perlintasan Desa Karanglangit, Kecamatan Lamongan, yakni sopir truk terserempet kereta api, Rabu (19/6).
Informasi yang dihimpun, pada saat kejadian perlintasan tidak dijaga, karena petugas jaga sedang sakit.
Insiden kedua, pengendara motor mengalami patah tulang setelah tertabrak KA di perlintasan Desa Deket Wetan, Kecamatan Deket, Minggu (29/6) sekitar pukul 23.00 WIB. Perlintasan tidak ada yang menjaga, karena petugas jaga hanya sampai pukul 22.00 WIB.
Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif Luqman mengimbau masyarakat agar selalu waspada saat melintas di perlintasan sebidang. Selain harus memperhatikan rambu lalu lintas, juga harus berhenti sejenak untuk menengok ke kanan dan ke kiri.
“Masinis kereta api tetap menjalankan SOP dengan membunyikan suling lokomotif dari jarak minimal 100 meter sebelum perlintasan sebagai peringatan,” ujarnya.
Luqman mengatakan, kedua peristiwa tersebut berdampak pada keterlambatan jadwal kereta.
“Di Karanglangit keterlambatan sampai satu jam, sedangkan di Deket Wetan sekitar 15 menit,” imbuhnya.
Kabid Transportasi Dinas Perhubungan Lamongan, Tony Ariyanto menuturkan, dua kecelakaan tersebut menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan keamanan di perlintasan KA.
“Kalau saya sendiri hendak mengusulkan tambahan penjagaan lagi, karena saat ini yang ada di pos penjaga hanya dua orang,” terangnya.
Dengan penambahan petugas diharapkan penjagaan bisa dilakukan secara bergantian setiap waktu, termasuk saat malam hari.
“Harapannya, sistem penjaga bisa berjalan seperti penjaga di jalan raya, sehingga perlintasan tetap aman meski di luar jam kerja normal,” ucapnya. (mal/ind)
Editor : Anjar D. Pradipta