radarlamongan.co – jawaposradarlamongan - Rencana pembangunan jalan tol Tuban – Lamongan - Manyar, Gresik masih mengambang.
Keputusan Menteri PU terkait proyek jalan tol itu belum dicabut.
Namun, juga belum ada tanda – tanda proyek itu segera dikerjakan.
Baca Juga: Lahan Pertanian Paling Terdampak Wacana Proyek Pembangunan Jalan Tol
Kepala Bappelitbangda Lamongan, Sujarwo, menjelaskan, pembangunan tol Tuban – Lamongan - Manyar nantinya berimbas 40 desa di Lamongan.
Proyek strategis nasional tersebut belum berproses, tapi tidak dihapus.
“Semoga tetap lanjut, informasi terakhir masih persiapan dokumen dan penyusunan Larap (land acquisition and resettlement action plan),” jelasnya.
Menurut dia, jika proyek tersebut lanjut, maka beberapa wilayah terdampak pembebasan lahan.
Sujarwo mencontohkan di wilayah Kecamatan Sekaran, Turi dan Deket yang masing – masing ada tujuh desa terdampak.
Kemudian wilayah Kecamatan Babat dan Glagah ada masing – masing enam desa terdampak.
Selanjutnya empat desa di Pucuk, dua desa di Karanggeneng, dan satu desa di Kalitengah.
Sujarwo mengatakan, hingga sekarang belum ada koordinasi lanjutan terkait rencana proyek tol tersebut.
Menurut dia, pembangunan jalan tol akan dikorelasikan dengan jalan lingkar utara yang saat ini menunggu peresmiannya.
Kawasan tersebut bisa menjadi pusat ekonomi baru dengan pengembangan sektor-sektor penggerak ekonomi.
Sujarwo menambahkan, pemerintah memiliki harapan baru dengan adanya JLU yang bisa disinkronkan dengan jalan tol.
Sebab, bakal ada pengembangan kawasan perdagangan, jasa, pergudangan, terminal/kargo, rest area, dan lainnya.
“Prioritas pemerintah adalah peningkatan kesejahteraan jadi diupayakan yang terbaik,” tuturnya. (rka/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma