LAMONGAN, Radarlamongan.co - Publik Lamongan berduka. Sosok kiai sepuh nan kharismatik, KH. Abdul Jabar telah berpulang pada usia lebih dari 90 tahun, Rabu malam (11/6).
Salat jenazah Kiai Jabar dipimpin langsung Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Langitan, KH. Ubaidillah Faqih, Kamis pagi (12/6).
Ratusan jemaah mengiringi prosesi pemakaman pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Mathlabul ‘Ulum, Desa Keben, Kecamatan Turi tersebut.
Semasa hidup, ayahanda anggota DPRD Lamongan, Gus Anshori tersebut mengabdikan dirinya berkhidmah di Nahdlatul Ulama (NU). Mulai tingkatan ranting NU Keben, MWC NU Turi, dan PC NU Lamongan.
KH. Ubaidillah Faqih mengungkapkan, Kiai Jabar merupakan santri sepuh di Ponpes Langitan, yang dikenal merupakan santri istikamah dan takdim dengan para kiainya.
‘’KH. Abdul Jabar berjuang mulai muda, belajar di pondok,’’ ucap Gus Ubed, sapaan akrabnya.
Pihaknya dan seluruh pelayat bersaksi bahwa almarhum selama hidupnya adalah orang yang baik, bertakwa, dan ahli surga. Semasa hidup, almarhum mendedikasikan hidupnya menjadi tokoh agama dan tokoh masyarakat.
‘’Monggo tansah ingat jasa (Kiai Jabar, Red), kita doakan mugi-mugi amal kesaenan ditampi Allah SWT (mudah-mudahan amal baiknya diterima Allah, SWT),’’ ucap Gus Ubed.
Ketua DPRD Lamongan, M. Freddy Wahyudi menuturkan, pimpinan dan anggota DPRD Lamongan ikut berbela sungkawa atas meninggalnya tokoh agama dan tokoh NU, KH. Abdul Jabar.
‘’Semoga keluarga diberi ketabahan, amal beliau (Kiai Jabar) diterima Allah SWT, dan diterima di surganya Allah SWT,’’ ucap politisi F-PKB tersebut. (sip/ind)
Editor : Anjar D. Pradipta