LAMONGAN, Radarlamongan.co - Stok cadangan beras pemerintah (CBP) untuk wilayah Lamongan diprediksi aman hingga akhir tahun. Sebab, stok di gudang Bulog sudah mencapai 11 ribu ton.
Kepala Perum Bulog Sub Divre III Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan, Ferdian D. Atmaja mengaku, stok tersebut masih serapan panen pertama.
Sedangkan, bulog masih diharuskan menyerap gabah atau beras petani pada panen kedua hingga akhir tahun. Sehingga stok dipastikan melimpah dan aman.
Jika sebelumnya stok CBP mengandalkan impor, kini sudah bisa dicukupi lokal. Hal itu didukung harga pokok penjualan (HPP) yang cukup tinggi.
‘’Sekarang HPP ditetapkan pusat cukup tinggi, jadi serapan di tiga wilayah terpenuhi semua targetnya,” ujar Ferdian.
Meski begitu, pihaknya tetap mempertimbangkan kualitas. Dia berharap petani bisa bekerjasama dengan memberikan gabah yang kualitasnya bagus sesuai kebutuhan bulog. Sebab, gabah ini nantinya akan ditimbun dalam bentuk beras.
Ferdian menuturkan, semakin tinggi kualitas gabah akan dibeli dengan harga yang lebih tinggi. Karena bulog tidak hanya menyerap untuk kebutuhan CBP tapi juga komersil.
Untuk saat ini, realisasi serapan gabah sudah melebihi target 10 ribu ton. Sedangkan, untuk beras masih belum memenuhi target dan akan dimaksimalkan di panen musim kedua.
‘’Tapi berapapun stoknya, asalkan memenuhi kadar air, akan dibeli oleh bulog,” ucapnya. (rka/ind)
Editor : Anjar D. Pradipta