LAMONGAN, Radarlamongan.co - Menginjak pertengahan bulan Ramadan, penyedia jasa penukaran uang baru mulai bermunculan di pinggir jalan protokol.
Trisna, salah satu penyedia jasa penukaran uang mengaku menjemput bola untuk memperkenalkan jasanya, meski belum banyak yang menukar.
Sehingga, harapannya masyarakat mengetahui jika dirinya membuka jasa penukaran uang baru. ‘’Kalau sekarang lebih awal dibanding tahun lalu, karena semakin lama, semakin banyak jasa penukaran uang di sini,’’ ujarnya.
Diperkirakan jasa penukaran uang mulai ramai setelah pencairan tunjangan hari raya (THR). Dia menjelaskan, jasa penukaran uang masih sama. Yakni setiap Rp 100 ribu, biayanya Rp 15 ribu.
‘’Kalau saat ini tentuny masih sepi karena masih menunggu adanya THR cair baru ramai,’’ tutur penyedia jasa penukaran uang baru asal Garut, Jabar tersebut.
Dia menyediakan jasa penukaran uang baru paling banyak pecahan Rp 2 ribu dan Rp 5 ribu. Serta beberapa uang pecahan Rp 10 ribu dan Rp 20 ribu. Menurut dia, pecahan uang tersebut paling banyak diminati.
‘’Paling kalau ramai pada saat H-4 Lebaran,’’ pungkasnya. (mal/ind)
Editor : Anjar D. Pradipta