Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Harga Bumbu Dapur Naik, Cabai Rawit Makin Pedas

Arya Nata Kesuma • Sabtu, 4 Januari 2025 | 21:48 WIB
HARGA MULAI NAIK: Cabai yang dijual di Pasar Sidoharjo, Lamongan. Kenaikan harga cabai disebabkan sebagian petani gagal panen. (DOK/RADAR LAMONGAN)
HARGA MULAI NAIK: Cabai yang dijual di Pasar Sidoharjo, Lamongan. Kenaikan harga cabai disebabkan sebagian petani gagal panen. (DOK/RADAR LAMONGAN)

radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Harga kebutuhan dapur di awal 2025 ini mengalami kenaikan.

Pedagang Pasar Sidoharjo, Lamongan, Rusmi, mengatakan, harga cabai rawit terus naik.

Sekarang, harganya menembus Rp 65 ribu per kilogram (kg).

Menurut dia, pasokan cabai rawit mengandalkan petani luar kota.  

Sehingga, ada biaya ongkos kirim yang lebih mahal dibandingkan hasil panen petani lokal.

“Panen petani lokal tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Rusmi menuturkan, cabai termasuk bumbu dapur yang dibutuhkan sehari - hari.

Selain cabai, harga tomat juga naik.

Sekarang Rp 15 ribu per kg.

“Karena musim penghujan, petani banyak yang tidak panen. Jadi berpengaruh harga, tapi pasokan masih aman,” ujarnya.

Kepala Disperindag Lamongan, Anang Taufik, menjelaskan, kenaikan harga cabai rawit merata.

Informasi dari provinsi, stok aman.

Kenaikan harga itu murni karena berkurangnya petani yang panen.

Menurut dia, harga telur juga naik.

Sekarang harganya Rp 30 ribu per kg.

Sedangkan minyak goreng kemasan yang biasanya harga Rp 17 ribu per liter, kini ikut naik.

Anang berharap dalam beberapa hari ini ada penurunan harga.

Upaya yang dilakukan, melakukan operasi pasar untuk stabilisasi harga.

“Kita terus komunikasi dengan provinsi untuk melakukan stabilisasi dan ketersediaan bahan pokok,” jelasnya. (rka/yan)

Editor : Arya Nata Kesuma
#tomat #harga #kebutuhan dapur #naik #provinsi #disperindag lamongan #lamongan #petani lokal #cabai #telur #minyak goreng