Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Serapan Gabah Terpengaruh Penyesuaian Harga dari Pusat

Anjar Dwi Pradipta • Kamis, 4 Juli 2024 | 02:36 WIB
Grafis : Ainur Ochiem / Radar Bojonegoro
Grafis : Ainur Ochiem / Radar Bojonegoro

LAMONGAN, Radar Lamongan - Serapan gabah di Perum Bulog Subdivre III sudah mulai normal.

Hingga awal bulan ini sudah terserap sekitar 8 ribu ton, dari target 15 ribu ton per tahun. 

Hal tersebut dipengaruhi adanya penyesuaian harga gabah dari pusat.

Kepala Perum Bulog Subdivre III, Ferdian D. Atmaja mengatakan, selisih harga yang tidak banyak, membuat bulog tidak kesulitan menyerap gabah petani. 

Target kita turun dari tahun lalu, karena cadangan beras pemerintah sebagian sudah terpenuhi oleh impor,” tutur Ferdian kepada Jawa Pos Radar Lamongan.

Dia mengaku sejak harga terbaru rilis bulan lalu, serapan bulog kembali normal.

Karena harga menyesuaikan dengan kondisi di lapangan.

Harga pembelian pemerintah untuk gabah kering panen (GKP) Rp 6 ribu per kilogram (kg), sedangkan harga gabah kering giling (GKG) Rp 7.400 per kg.

Sementara harga di lapangan sekarang untuk GKP Rp 6.300-7.200 per kg. 

Ferdian menuturkan, pemerintah pusat intens melakukan impor beras selama harga beras tinggi.

Bahkan untuk wilayah Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan sudah menyerap 16 ribu ton dari impor.

Sehingga cadangan beras pemerintah (CBP) sekarang masih dipenuhi oleh impor, sebab beras lokal masih terbatas jumlahnya.

Menurut dia, penyerapan mulai normal setelah dilakukan penyesuaian harga oleh pusat.

Tahun lalu serapan hanya terpenuhi 50 persen dari target 30 ribu ton.

Sebab, harga di tingkat pertani sangat tinggi, yakni tidak sesuai dengan HPP. 

Kalau sekarang kita normal serapannya karena harga yang ditawarkan tidak terlalu rendah.

Dulu di petani sudah Rp 6 ribu kita beli masih Rp 5 ribu, jadi petani memilih jual ke tengkulak,” imbuhnya. (rka/ind) 

Editor : Anjar D. Pradipta
#gabah #lamongan #bulog