LAMONGAN, Radar Lamongan – Objek hiburan bianglala di Alun – Alun Lamongan ditargetkan menghasilkan pendapatan asli daerah (PAD) Rp 415 juta.
Hingga mendekati paro tahun, baru terealisasi 41 persen.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lamongan, Andhy Kurniawan, menjelaskan, target Rp 415 juta itu naik dibandingkan tahun sebelumnya, Rp 375 juta.
Kenaikan target itu, salah satunya karena juga ada kenaikan tiket karcis.
Berdasarkan perbup terbaru, tiket bermain di bianglala Rp 10 ribu sekali putaran.
‘’Ada kenaikan tarif karena nantinya semua masuk ke pendapatan daerah, yang nantinya juga untuk pemeliharaan alun - alun,’’ jelas Andhy.
Andhy optimistis bisa mencapai target yang ditetapkan.
Alasannya, bianglala masih menjadi pilihan untuk berlibur keluarga.
Operasional bianglala setiap malam hari, kecuali akhir pekan atau hari libur yang dibuka pagi.
Andhy menuturkan, perawatan bianglala harus sesuai SOP.
Ada tenaga operator khusus yang digaji dinas untuk membantu menjalankan.
Terkait wahana bermain lainnya di alun – alun, Andhy meminta kerjasama pengunjung agar fasilitas bermain hanya dimanfaatkan anak - anak.
‘’Untuk yang dewasa sebaiknya hanya sekedar istirahat atau olahraga, karena permainan hanya untuk anak-anak,’’ tuturnya. (rka/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma