LAMONGAN, Radar Lamongan - Curah hujan tinggi di wilayah hulu menyebabkan naiknya debit air di daerah aliran sungai (DAS) Bengawan Solo.
Imbasnya sebanyak 15 desa di empat kecamatan di Lamongan terdampak luapan sungai terpanjang di Pulau Jawa tersebut.
Wilayah yang terdampak banjir yakni dua kelurahan di Kecamatan Babat, tujuh desa di Kecamatan Laren, serta Kecamatan Maduran dan Kalitengah masing-masing tiga desa.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan masih mendata jumlah rumah yang tergenang, serta kerugian yang diderita atas bencana ini.
Kita berharap curah hujan tidak terlalu tinggi, jadi bisa cepat surut. Sehingga masyarakat bisa menjalankan ibadah puasa dengan tenang, tutur Kalaksa BPBD Lamongan, Joko Raharto kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (12/3).
Informasi yang dihimpun, Kelurahan Babat dan Kelurahan Banaran tergenang antara 20 centimeter (cm) hingga 25 cm.
Sedangkan tujuh desa di Kecamatan Laren, dengan ketinggian rumah antara 10 hingga 40 cm dan jalan lingkungan antara 20 hingga 40 cm.
Yakni Desa Laren, Pelangwot, Bulutigo, Siser, Mojoasem, Pesanggrahan, dan Desa Keduyungan.
Selain itu, tiga desa di Kecamatan Maduran yakni Desa Parengan, Gedangan, dan Blumbang. Sedangkan di Kalitengah yakni Desa Kuluran, Pengangsalan, dan Butungan.
Namun jumlah rumah yang terendam tidak sebanyak di Kecamatan Babat dan Laren.
Kami menyampaikan tetap menjaga kewaspadaan adanya potensi muka air semakin tinggi, semata-mata untuk keselamatan bersama, ucapnya.
Kepala Dinas PU SDA Lamongan Gunadi melalui Kabid Operasi dan Pemeliharaan Saikhu Rohman menjelaskan, selama dua hari curah hujan tinggi di daerah hulu yang akhirnya air turun ke bawah.
Wilayah Lamongan sebagian siaga merah dan sebagian siaga kuning, terang Saikhu.
Camat Kalitengah, Nurul Misbah menuturkan, karena tingginya air Bengawan Solo menyebabkan sawah di Desa Pengangsalan yang berada di area bantaran Bengawan Solo atau utara tanggul terendam.
Ada sepuluh hektare tanaman padi di Pengangsalan terendam, padahal 20 hari lagi hendak dipanen, ujarnya.
Anggota Komisi D DPRD Lamongan, Imam Fadlli meminta OPD harus sigap dalam keadaan darurat. Terutama menyiapkan bahan-bahan penanggulangan banjir.
Sehingga ada upaya untuk meminimalisasi rendaman air bisa cepat surut.
Perkuat mitigasi bencana, titik mana saja, paling tidak ada peta bencana, pintanya. (sip/ind)
Editor : Anjar D. Pradipta