LAMONGAN, Radar Lamongan — Pembangunan jalan lingkar utara (JLU) Lamongan bakal berdampak multiefek.
Anggota Komisi C DPRD Lamongan, M Freddy Wahyudi, mengatakan, pembangunan JLU bisa memberi dampak pada peningkatan ekonomi dan pengembangan kota.
Dia menilai pemerintah setempat perlu jemput bola dalam peningkatan ekonomi di wilayah sekitar JLU.
Tapi juga harus sinkronisasi terkait aturan tata bangunannya, ucapnya.
Menurut dia, tujuan utama dibangunnya JLU untuk mengurangi kemacetan dan resiko kecelakaan.
Sebab, selama ini sering terjadi kecelakaan pada dobel track rel KA.
Khususnya, saat musim hujan.
Saat ini, proyek JLU masih dalam tahap pemadatan jalan.
Meski proyek belum selesai, tak jauh dari jalur JLU mulai ada pembangunan perumahan.
Bahkan, perumahan yang berdiri tidak hanya milik satu pengembang.
Namun, beberapa perusahaan properti.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Kabupaten Lamongan, Fahrudin Ali Fikri, mengatakan, JLU arahnya untuk pengembangan kota.
Pembangunan jalan tersebut membuat kota makin berkembang ke utara.
Diharapkan banyak pemukiman tumbuh, kemudian secara ekonomi tumbuh munculnya tingkat ekonomi baik, katanya.
Jalan di kota, lanjut dia, tidak untuk kendaraan niaga.
Jalur kota digunakan jalur kendaraan keluarga.
Sehingga ekonomi lebih baik, imbuhnya.
Terkait harga jual tanah di sekitar JLU, Fahrudin mengatakan, hukum pasar tidak bisa diprediksi.
Namun, semakin besar jalan semakin naik harga tanah di daerah tersebut.
Dia mencontohkan harga tanah di jalan usaha tani dan jalan nasional bakal berbeda.
Muncul pengembangan ekonomi di pasar, salah satunya jalan baru. Sehingga muncul perkantoran usaha, katanya. (sip/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma