Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Doa Malam Nisfu Syaban: Waktu, Bacaan Lengkap, dan Amalan yang Dianjurkan

Anjar Dwi Pradipta • Senin, 2 Februari 2026 | 17:28 WIB
Ai / ChatGPT
Ai / ChatGPT

RADARLAMONGAN.CO – Umat Islam akan menyambut malam Nisfu Syaban pada Senin malam, 2 Februari 2026, bertepatan dengan 15 Syaban 1447 Hijriah. Dalam penanggalan Islam, pergantian hari dimulai sejak matahari terbenam. Artinya, malam Nisfu Syaban dimulai setelah salat Maghrib dan berlangsung hingga menjelang Subuh Selasa, 3 Februari 2026.

Malam pertengahan bulan Syaban ini dikenal sebagai salah satu malam yang banyak dihidupkan umat Islam dengan ibadah. Banyak muslim memanfaatkannya untuk memperbanyak salat sunnah, membaca Al-Qur’an, zikir, serta doa sebagai persiapan spiritual menjelang bulan suci Ramadan. Momen ini juga kerap dijadikan waktu bermuhasabah, memohon ampunan atas dosa, dan menata niat agar lebih siap menjalani ibadah puasa.

Di berbagai daerah, suasana religius terasa di masjid, musala, hingga rumah-rumah warga. Setelah salat Maghrib, jamaah biasanya melanjutkan dengan membaca Surah Yasin, tahlil, istighfar, dan doa bersama. Pada sepertiga malam terakhir, sebagian umat melaksanakan salat malam (qiyamul lail atau tahajud), lalu menutupnya dengan witir.

Niat salat malam Nisfu Syaban dapat diucapkan sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَلَاةَ سُنَّةِ لَيْلَةِ نِصْفِ شَعْبَانَ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shalāta sunnati lailati nisfi sya‘bāna rak‘ataini lillāhi ta‘ālā.

Artinya: “Aku niat salat sunnah malam Nisfu Syaban dua rakaat karena Allah Ta‘ala.”

Salat sunnah tersebut dapat dikerjakan dua rakaat-dua rakaat, sebagaimana salat malam pada umumnya, tanpa jumlah rakaat tertentu. Setelah salat, umat dianjurkan memperbanyak doa dan istighfar.

Salah satu doa yang paling sering dibaca pada malam Nisfu Syaban adalah doa memohon ampunan:

اَللّٰهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Allāhumma innaka ‘afuwwun tuḥibbul ‘afwa fa‘fu ‘annī.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku.”

Selain itu, banyak umat Islam membaca doa panjang berikut:

اَللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِي عِنْدَكَ فِي أُمِّ الْكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُومًا أَوْ مَطْرُودًا أَوْ مُقَتَّرًا عَلَيَّ فِي الرِّزْقِ، فَامْحُ اللَّهُمَّ بِفَضْلِكَ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَطَرْدِي وَتَقْتِيرَ رِزْقِي، وَأَثْبِتْنِي عِنْدَكَ فِي أُمِّ الْكِتَابِ سَعِيدًا مَرْزُوقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ، فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِي كِتَابِكَ الْمُنْزَلِ عَلَى نَبِيِّكَ الْمُرْسَلِ: يَمْحُو اللَّهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الْكِتَابِ.

Allāhumma in kunta katabtani ‘indaka fī ummil-kitābi shaqiyyan aw maḥrūman aw maṭrūdan aw muqattaran ‘alayya fir-rizqi, famḥullāhumma bifaḍlika shaqāwatī wa ḥirmānī wa ṭardī wa taqtīra rizqī, wa athbitnī ‘indaka fī ummil-kitābi sa‘īdan marzūqan muwaffaqan lil-khairāt. Fa innaka qulta wa qawluka al-ḥaqqu fī kitābikal-munzali ‘alā nabiyyikal-mursal: Yamḥullāhu mā yashā’u wa yuthbitu wa ‘indahū ummul-kitāb.

Artinya: “Ya Allah, jika Engkau telah menuliskanku di sisi-Mu dalam Ummul Kitab sebagai orang yang celaka, terhalang, terusir, atau disempitkan rezekinya, maka hapuslah, wahai Allah, dengan karunia-Mu, segala kecelakaan, penghalang, pengusiran, dan kesempitan rezekiku. Tetapkanlah aku di sisi-Mu dalam Ummul Kitab sebagai orang yang bahagia, diberi rezeki, dan diberi taufik untuk kebaikan. Sesungguhnya Engkau telah berfirman—dan firman-Mu adalah benar—dalam kitab-Mu yang diturunkan kepada nabi-Mu yang diutus: ‘Allah menghapus apa yang Dia kehendaki dan menetapkan apa yang Dia kehendaki, dan di sisi-Nya Ummul Kitab.’”

Dirangkum dari berbagai sumber, doa tersebut dibaca karena malam Nisfu Syaban diyakini sebagai waktu yang baik untuk memohon ampunan dan kebaikan hidup. Beberapa ulama seperti Imam al-Ghazali dan para ulama Syafi’iyah menyebutkan bahwa pada malam ini Allah membuka pintu ampunan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, kecuali bagi mereka yang masih menyimpan permusuhan, kesombongan, atau permusuhan berat terhadap sesama.

Dasar keutamaan malam Nisfu Syaban di antaranya bersumber dari hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan al-Thabrani, bahwa Allah menurunkan rahmat-Nya pada malam pertengahan Syaban dan mengampuni seluruh makhluk-Nya kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan.

Meski para ulama berbeda pendapat tentang kekuatan hadis-hadis tersebut, banyak ulama membolehkan bahkan menganjurkan memperbanyak ibadah pada malam tersebut selama tidak diyakini sebagai kewajiban dan tidak dilakukan dengan cara yang bertentangan dengan syariat.

Di Indonesia, tradisi menghidupkan malam Nisfu Syaban dengan doa, zikir, dan salat sunnah telah berlangsung lama dan menjadi bagian dari kehidupan keagamaan masyarakat. Penetapan tanggalnya mengacu pada kalender Hijriah resmi pemerintah melalui Kementerian Agama berdasarkan hisab dan rukyat, sehingga masyarakat diimbau mengikuti ketetapan tersebut agar pelaksanaan ibadah berjalan seragam dan tertib.

Dengan datangnya malam Nisfu Syaban, umat Islam diharapkan menjadikannya sebagai momentum untuk memperbaiki diri, memperkuat keimanan, dan mempersiapkan hati serta amal dalam menyambut Ramadan. Kesempatan ini menjadi pengingat bahwa setiap hamba selalu memiliki ruang untuk kembali kepada Allah, memperbaiki kesalahan, dan memulai lembaran baru dengan lebih baik.

Editor : Anjar D. Pradipta
#nisfu syaban #doa malam nisfu syaban #Nabi Muhamad SAW