LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO – Tren sepeda kalcer mulai merambah ke Lamongan. Fenomena ini membuat sejumlah bengkel sepeda kebanjiran pesanan. Tidak hanya untuk servis, tapi juga permintaan perakitan sepeda kalcer yang semakin tinggi.
Yani, salah satu pengusaha bengkel sepeda di Lamongan, mengaku sebulan terakhir sudah menerima garapan kurang lebih 40 unit sepeda kalcer.
Fenomena sepeda kalcer ini awalnya membuat Yani kaget. Pasalnya, mendadak banyak orang yang berburu frame (rangka sepeda, Red) klasik federal maupun rangka sepeda bekas untuk dijadikan bahan rakitan.
Lonjakan permintaan itu membuat bengkel sepeda miliknya tak pernah sepi pesanan dalam sebulan terakhir.
"Permintaan meningkat drastis, dari anak muda sampai bapak-bapak hobi sepeda banyak yang pesan," ungkapnya.
Tren sepeda kalcer sejatinya lebih dulu marak di berbagai daerah lain, lalu viral di media sosial dan memunculkan efek fomo hingga akhirnya ikut menjalar ke Lamongan.
Sepeda kalcer ini memiliki ciri khas yang membedakannya dengan sepeda biasa. Mayoritas menggunakan frame federal bergaya klasik. Tampilan makin unik dengan warna mencolok pada bagian kabel rem dan gear set.
Sementara di bagian depan, ditambahi keranjang sebagai identitas khas sepeda kalcer.
Meski begitu, Yani menegaskan tidak semua sepeda kalcer menggunakan frame federal asli. Menurutnya, perakitan sangat bergantung pada selera dan budget pemesan.
“Kalau federal asli, biasanya ada nomor rangka berawalan huruf FC. Selain itu, sambungan rangka di bawah sedel juga jadi ciri khasnya,” jelasnya memberi tips bagi pecinta sepeda kalcer.
Untuk proses perakitan, jika bahan sudah siap, Yani bisa merampungkan satu unit sepeda dalam sehari.
Namun, yang kerap menjadi kendala adalah ketersediaan frame, sebab komponen ini paling sulit dicari.
“Frame itu juga jadi bagian paling mahal. Apalagi kalau original federal, harganya bisa bikin biaya rakit tembus Rp 1 juta sampai Rp 3 juta per sepeda,” tambahnya.
Dengan ciri khas klasik, biaya yang relatif terjangkau, serta makin maraknya komunitas sepeda, tren sepeda kalcer diperkirakan akan terus berkembang di Lamongan. Tidak hanya jadi alat transportasi, tapi juga simbol gaya hidup baru bagi penggemarnya. (jar)
Editor : Anjar D. Pradipta