Radarlamongan.co - Beberapa hari terakhir ini FYP (for you page) tiktok sering muncul VT penampilan dari Orkes Melayu (OM) Lorenza.
Uniknya beberapa orang yang menikmati penampilan dari OM Lorenza ini selalu berpenampilan jadul.
Setiap penampilan OM Lorenza selalu dipenuhi oleh orang - orang bergaya jadul ala remaja tahun 70an hingga 80an.
Celana cutbray, kemeja kotak-kotak berkera lebar hingga rambut kribo ala pemuda tahun 70an menjadi andalan penikmat orkes melayu yang mempunyai jargon "dangdut jadulnya indonesia" ini.
Selain itu, beberapa penikmat orkes melayu yang biasa membawakan tembang berjudul tambal ban ini sering juga terlihat menggunakan topi laken sembari membawa radio lawas ala remaja jaman dulu.
VT dari penampilan jadul OM Lorenza ini dilihat oleh jutaan viewers di aplikasi tiktok.
Mengutip berita dari radarsolo.com, ternyata OM Lorenza ini merupakan grup musik asal Sukohrajo, Jawa Tengah.
Di tengah maraknya musik koplo yang mendominasi industri hiburan, OM Lorenza justru memilih jalur berbeda, membangkitkan kembali kejayaan dangdut klasik.
Tanpa hentakan kendang yang bertalu-talu, mereka menyuguhkan alunan khas era Rhoma Irama dan Elvy Sukaesih, membawa pendengar pada nostalgia masa lalu.
Siapa sangka, keputusan ini justru menjadi daya tarik tersendiri dan mengantarkan OM Lorenza kembali ke puncak popularitas.
Bagi Murjiyanto, pemilik sekaligus pengelola OM Lorenza, perjalanan grup ini penuh lika-liku.
Sejak didirikan oleh Budi Aeromac pada 2007, OM Lorenza sempat merajai panggung hiburan, bahkan memiliki jadwal rutin di THR Sriwedari.
Namun, seiring berjalannya waktu, mereka vakum dan hampir tenggelam di tengah arus dangdut modern.
Hingga akhirnya, pandemi Covid-19 mengubah segalanya.
"Saat pandemi, kami tidak bisa manggung. Kami hanya latihan di rumah, memainkan lagu-lagu dangdut jadul. Iseng kami unggah ke media sosial, ternyata responsnya luar biasa," kenang Murjiyanto.
Namun masih banyak yang belum tahu bahwa pedangdut Inul Daratista pernah menjadi vokalis utama orkes melayu asal Sukoharjo ini.
"Awalnya, penyanyi utamanya Mbak Inul Daratista. Saat itu, kami mendapat banyak sponsor, dari produk rokok hingga perusahaan obat, dan sering pentas di berbagai kota di Indonesia.
Bahkan, kami memiliki jadwal rutin seminggu sekali, sebulan sekali di THR Sriwedari," kenang Murjiyanto diambil dari kutipan berita radarsolo.com.
OM Lorenza sempat vakum dari dunia hiburan pada tahun 2012 karena beberapa faktor.
Setelah lama tidak aktif, saya dan teman-teman punya ide untuk menghidupkan kembali OM Lorenza.
Kami meminta izin kepada Pak Budi, dan beliau memberikan nama itu tanpa syarat apa pun.
"Akhirnya, manajemen kami ambil alih, dengan satu pesan penting dari beliau 'jaga nama baik Lorenza'," ujar Murjiyanto.
Selanjutnya, OM Lorenza kembali aktif dengan mengikuti tren dangdut koplo yang sedang naik daun. (kwl/jar)
Editor : Anjar D. Pradipta