radarlamongan.co - jawaposradarlamongan — Ketua Komisi B DPRD Lamongan, Supono, meminta organisasi perangkat daerah (OPD) pengelola pendapatan untuk mengantisipasi sejak awal agar target tidak meleset di akhir tahun.
Menurut dia, pola realisasi pendapatan daerah umumnya memang belum maksimal di awal tahun.
Bahkan, di pertengahan tahun pun kerap belum mencapai 50 persen.
Baca Juga: Dishub Lamongan Berencana Tambah 60 Titik PJU
Meski demikian, komisinya tetap mendorong agar upaya peningkatan dilakukan lebih awal.
“Jangan sampai nanti di akhir tahun kedodoran. Biasanya memang digenjot di akhir, tapi kami selalu ingatkan agar antisipasi dilakukan sejak sekarang,” ujarnya.
Realisasi pajak reklame triwulan pertama 2026 di Kabupaten Lamongan baru menyentuh sekitar Rp 459 juta atau sekitar 15,05 persen dari target setahun Rp 3,05 miliar.
Baca Juga: Sopir Ngantuk, Truk Kontainer Nyangkut di Median Jalan Raya Lamongan - Tuban
Supono juga mengingatkan pentingnya inovasi dalam menggali potensi pendapatan asli daerah (PAD).
"Kita harapkan ada inovasi dan selalu menggali potensi baru yang digali, baik reklame atau apapun sumber - sumber pendapatan. Tetap kita dorong untuk selalu ada inovasi," imbuhnya.
Kepala Bidang Pengawasan dan Pelaporan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lamongan, Echa Widya Karina, menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah strategi untuk meningkatkan realisasi pajak reklame.
Di antaranya, memaksimalkan pendataan objek pajak reklame baru serta melakukan penagihan terhadap wajib pajak yang masih menunggak.
"Harapannya bisa tercapai hingga 100 persen,” harapnya. (sip/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma