LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO - Pemerintah Kabupaten Lamongan terus memperkuat eksistensinya sebagai wilayah dengan komoditas pertanian yang lengkap.
Setelah berhasil menjadi kabupaten penghasil beras terbesar di Jawa Timur, Pemkab Lamongan kembali memperkuat pengembangan komoditas tebu.
Baca Juga: Makelar Sabu Asal Desa Dinoyo Kecamatan Deket Dituntut 5 Tahun Penjara
Hal itu sebagai bagian dari upaya mendukung swasembada pangan, khususnya swasembada gula nasional.
Program bongkar ratoon tahun ini menerapkan mekanisasi untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya produksi.
Kamis (1/10), Bupati Lamongan, Dr. H. Yuhronur Efendi, MBA, M.Ek secara langsung menjajal pola tanam mekanisasi tersebut, dengan penanaman tebu perdana program bongkar ratoon di lahan Gapoktan Sumber Mulyo Mutiara Abadi seluas 90 hektare di Desa Gampangsejati, Kecamatan Laren.
Dimana mulai tanam, pemupukan, hingga panen bisa dilakukan secara modern (modern farm).
Baca Juga: Polres Lamongan Amankan Dua Tersangka Penganiayaan di Kecamatan Karanggeneng
Bupati Yes mengatakan, program bongkar ratoon ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan produksi dan produktivitas gula. Peremajaan tanaman tebu yang telah tua diharapkan mampu memberikan peningkatan produksi secara signifikan.
‘’Kami konsisten mengikuti swasembada pangan dan ketahanan pangan, semoga dengan semangat petani tebu kita bisa mengawal swasembada gula,” ujar Bupati Yes.
Bupati Yes menjelaskan, pemerintah telah mencanangkan program bongkar ratoon sejak 2025 hingga 2026.
Harapannya bisa mewujudkan swasembada gula. Tahun ini, target bongkar ratoon di Lamongan mencapai 1.385 hektare dan telah teralokasikan 1.121,43 hektare. Sehingga ada potensi penambahan sekitar 264 hektare.
Mekanisasi ini menjadi kebutuhan penting dalam pengembangan tebu. Karena bisa meringankan beban petani tebu, menekan biaya produksi, dan meningkatkan produktivitas tebu karena rendemen semakin tinggi. Karena satu tunas bisa panen empat hingga lima kali. Harapannya kesejahteraan petani tebu semakin baik ke depannya.
‘’Kalau kualitasnya baik, rendemennya tinggi, maka tebu dibeli mahal dan petani tebu akan untung,” jelas Bupati Yes.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Lamongan Mugito menuturkan, pengembangan tebu di Lamongan menjadi tindak lanjut kebijakan pemerintah pusat, sekaligus mendukung program prioritas daerah.
Dan tebu yang ditanam ini varietas Panjalu 1 dengan rendemen mencapai 10 persen. Varietas ini memiliki nilai jual tinggi mencapai Rp 110 ribu per kuintal. Kemarin juga disalurkan bantuan alat untuk petani tebu dari Kementerian Pertanian.
Baca Juga: Menjahit Harapan Di Masa krisis, Iyogsport Kini Menjadi Apparel Nasional
Ketua Poktan Sumber Mulyo Septi Wahyu menyambut baik pelaksanaan program bongkar ratoon yang dapat memberikan keringanan kepada petani dalam melakukan tanam kembali.
Mekanisasi ini dapat menghemat tenaga kerja dan menekan biaya harian dalam proses budidaya. Dia optimistis pengembangan tebu akan semakin kuat karena Lamongan sudah memiliki pabrik pengolahan gula sendiri.
‘’Kami berterima kasih kepada Pak Bupati, yang terus memperjuangkan kebutuhan petani, tidak hanya membantu fasilitas pasarnya tapi dukungan alat juga pupuk yang terus tersedia,” tambahnya. (rka/ind)
Editor : Indra Gunawan