Founder PT Duta Merpati Indonesia Raih The Inspiring Entrepreneurs and Corporations Jawa Pos Radar Bojonegoro Awards 2026
radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Ada keringat yang mengering di balik dinginnya besi dan baja. Keringat panjang yang ditumpahkan Pradita Aditya, S.H di atas jalur retail besi serta stainless itu tak hanya lmembuka ladang penghidupan bagi sesama. Dedikasi dan integritas dari founder sekaligus CEO PT Duta Merpati Indonesia, itu mengantarkannya meraih penghargaan bergengsi The Inspiring Entrepreneurs and Corporations dalam ajang Jawa Pos Radar Bojonegoro Awards 2026. Penghargaan itu diserahkan Direktur Jawa Pos Radar Bojonegoro, Bachtiar Febrianto di Aston Hotel Bojonegoro, Kamis (17/9).
'' Pastinya alhamdulillah. Ternyata kita memang bekerja dengan baik. Kami bekerja dari hati dan tujuannya memberikan kebermanfaatan yang sebesar-besarnya kepada masyarakat,’’ ujarnya.
Bagi pria berusia 38 tahun ini, apresiasi tersebut adalah sebuah penghormatan sekaligus cermin.
''Penghargaan ini bagian dari penghormatan ya, jadi kami juga terimakasih sekali sudah ada, ternyata ada di luar itu yang memperhatikan kita dan saya berterimakasih kepada Radar Bojonegoro,’’ tambah pengusaha yang akrab disapa Adit tersebut.
Dari Serpihan Kegagalan Menuju Simfoni Baja
Jauh sebelum bendera PT Duta Merpati Indonesia berkibar gagah dengan ratusan karyawan di sisinya, lembaran hidup Adit diwarnai cerita-cerita sederhana yang kerap berujung pada air mata kegetiran. Ketika masih berseragam putih abu-abu di SMAN 4 Surabaya, benih-benih jiwa pengusahanya sudah bersemi. Dia menjajakan apa saja: parfum, pakaian, hingga sepatu. Namun, takdir seakan menguji mentalnya lewat rentetan kegagalan.
"Jadi kegagalan itu mungkin sudah menjadi kebiasaan," tuturnya mengenang masa lalu.
Titik balik itu hadir tatkala ia menginjak semester tiga Fakultas Hukum Universitas Airlangga. Di sela-sela tumpukan kitab undang-undang, Adit merintis toko besi dari nol. Dari satu-dua orang pekerja, kini roda perusahaannya digerakkan oleh lebih dari 300 jiwa yang berkolaborasi dalam satu nafas perjuangan.
Bagi Adit, seorang entrepreneur sejati harus memiliki jiwa yang tak pernah kenyang akan ilmu. "Saya pribadi haus ilmu. Saya terus belajar dan meng-update diri supaya bisa menjadi true entrepreneur," tuturnya.
Kini, buah dari konsistensi itu terbentang luas. Sekitar 15 toko besi berdiri kokoh di berbagai sudut Pulau Jawa, merambah aluminium, hingga kebutuhan interior dan eksterior. Dengan jaringan yang melampaui 20 store, D ia mematok target ambisius: merentangkan sayap hingga 30 bahkan 50 toko ke depannya.
Namun, musuh terbesar seorang pejuang bukanlah kompetitor di luar sana, melainkan rasa nyaman yang membunuh nurani untuk terus bertumbuh. "Kadang kita sudah melewati fase enjoy, lalu lupa untuk belajar dan meng-upgrade diri. Tantangannya memang dari diri sendiri," ucapnya bijak.
Menenun Asa di Rumput Hijau Persela
Langkah kaki Adit tidak berhenti di gudang-gudang besi dan deretan toko modern. Di luar dunia korporasi, ia melebarkan cakrawala melalui bisnis Food and Beverage (F&B) yang kian menggeliat, hingga merambah lapangan hijau yang penuh gairah: sepak bola.
Sejak sekitar 11 bulan lalu, dia dipercaya oleh Presiden Klub untuk mengemban amanah sebagai Direktur Bisnis Persela Lamongan. Sebuah titian tugas yang tidak ringan, namun dijalani dengan visi seorang visioner. Dia memutar otak, merajut asa, dan membangun jembatan sinergi dengan para sponsor agar klub kebanggaan warga Lamongan itu berdiri di atas fondasi keuangan yang mandiri dan berkelanjutan.
"Bagaimana caranya supaya klub bola ini bisa menggaet banyak sponsor, kemudian punya bisnis yang sustainable. Sehingga Persela Lamongan bisa menjadi klub yang modern dan punya good future," tuturnya penuh harap, menatap masa depan dengan keyakinan bahwa setiap keringat yang tumpah hari ini akan berbuah manis di hari esok. (sip)
Editor : Arya Nata Kesuma