SMAN 3 Lamongan Angkat Pesona Pengantin Bekasri di Lamongan Night Carnival

Redaksi • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 19:36 WIB
Kepala SMAGA Lamongan, Purwanto, M.Pd beserta istri turut tampil menaiki kereta kencana dengan memerankan Raden Panji Puspokusumo dan Dewi Puspokusumo dalam LNC 2026. (AHMAD ASIP/RADAR LAMONGAN)
Kepala SMAGA Lamongan, Purwanto, M.Pd beserta istri turut tampil menaiki kereta kencana dengan memerankan Raden Panji Puspokusumo dan Dewi Puspokusumo dalam LNC 2026. (AHMAD ASIP/RADAR LAMONGAN)

LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO - SMA Negeri 3 Lamongan turut memeriahkan Lamongan Night Carnival dengan mengangkat tema “Pengantin Bekasri, Tradisi Lamongan”.

Penampilan tersebut menjadi upaya sekolah dalam mengenalkan dan melestarikan warisan budaya khas Lamongan kepada generasi muda.

Baca Juga: Hindari Motor Putar Balik, Truk Nyangkut di Median Jalan Nasional Lamongan - Babat

Rangkaian karnaval menampilkan kisah Panji Laras, Panji Liris, Dewi Andansari, dan Dewi Andanwangi yang menjadi awal lahirnya tradisi ganjur, yakni pihak perempuan melamar pihak laki-laki.

Penampilan diawali dengan Pembawa Panji SMAN 3 Lamongan dan Barisan Merah Putih. Barisan tersebut juga diperkuat sejumlah siswa yang pernah menjadi anggota Paskibraka tingkat Kabupaten Lamongan, yakni Muhammad Fakhri Akbar, M. Davian Amadeo Putra, I Kadek Yudistya Mahendra, dan Akhmad Ibrahim Rizky Maulana. Sementara Revani Khanza Zahira, anggota Paskibraka tingkat Provinsi, turut memeriahkan karnaval.

Selanjutnya, mobil hias menampilkan tokoh Panji Laras, Panji Liris, Dewi Andansari, dan Dewi Andanwangi. Kisah cinta mereka menjadi inspirasi Tradisi Pengantin Bekasri yang hingga kini menjadi salah satu identitas budaya Lamongan.

SMA Negeri 3 Lamongan turut memeriahkan Lamongan Night Carnival dengan mengangkat tema “Pengantin Bekasri, Tradisi Lamongan”. (AHMAD ASIP/RADAR LAMONGAN)
SMA Negeri 3 Lamongan turut memeriahkan Lamongan Night Carnival dengan mengangkat tema “Pengantin Bekasri, Tradisi Lamongan”. (AHMAD ASIP/RADAR LAMONGAN)

Kepala SMAN 3 Lamongan Purwanto, M.Pd., bersama istri, Nikmah, juga turut tampil menaiki kereta kencana kehormatan. Keduanya menggambarkan Raden Panji Puspokusumo dan Dewi Puspokusumo.

‘’Melalui kegiatan ini, kami ingin mengenalkan dan menanamkan kecintaan terhadap budaya Lamongan kepada generasi muda. Anak-anak tidak hanya harus berprestasi, tetapi juga bangga terhadap identitas budayanya,” ujar Purwanto.

Karnaval semakin semarak dengan penampilan Prajurit Lamongan, pembawa seserahan, Prajurit Wirasaba, serta Pembawa Panji Lamongan.

Berbagai properti seperti genuk dan kipas turut ditampilkan sebagai simbol seserahan dalam kisah Pengantin Bekasri. Tidak ketinggalan pula properti makanan khas dalam seserahan, yaitu jumbrek, tetel, wajik, dan lain-lain.

Puncak penampilan ditandai dengan penampilan Carnival peserta didik SMA Negeri 3 Lamongan. Dengan kostum yang megah, kreatif, dan penuh warna, para peserta didik tampil percaya diri memukau penonton serta menghadirkan suasana meriah.

Penampilan ini menjadi wujud kreativitas, kekompakan, dan semangat peserta didik dalam melestarikan seni dan budaya.

Siswi SMAGA Lamongan menari menghibur masyarakat yang menyaksikan LNC 2026. (AHMAD ASIP/RADAR LAMONGAN)
Siswi SMAGA Lamongan menari menghibur masyarakat yang menyaksikan LNC 2026. (AHMAD ASIP/RADAR LAMONGAN)

Penampilan Penari Kipas semakin mempercantik suasana, sebelum rangkaian karnaval ditutup dengan musik tongklek yang penuh semangat.

‘’Melalui Lamongan Night Carnival, SMAN 3 Lamongan mengajak masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan budaya lokal sebagai identitas bangsa,” harap Purwanto. (lam/ind)

Editor : Indra Gunawan
SMAGA